55 NEWS – Menjelang perayaan Idulfitri yang dinanti-nanti, Badan Pangan Nasional (Bapanas) membawa kabar melegakan bagi masyarakat Indonesia. Lembaga tersebut memastikan ketersediaan daging secara nasional berada dalam kondisi yang sangat prima, baik yang berasal dari produksi domestik maupun jalur importasi. Klaim ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran akan potensi lonjakan harga dan kelangkaan komoditas vital ini di pasaran, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.

Related Post
I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, dengan tegas menyatakan bahwa pasokan daging saat ini justru cenderung berlimpah. Menurutnya, stok yang ada lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat hingga periode Idulfitri dan bahkan setelahnya. Pernyataan ini memberikan sinyal positif terhadap stabilitas harga di tengah peningkatan permintaan musiman yang kerap terjadi menjelang hari raya.

Ketut memaparkan, berdasarkan proyeksi terbaru, ketersediaan daging ruminansia secara nasional untuk bulan Maret diperkirakan mencapai angka fantastis 226 ribu ton. Jumlah ini, lanjutnya, jauh melampaui kebutuhan konsumsi bulanan yang hanya sekitar sepertiganya. "Secara nasional, sebagaimana telah saya sampaikan dan sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman, stok kita berada dalam kondisi yang sangat, sangat, sangat aman," ujar Ketut, sebagaimana dikutip dari 55tv.co.id pada Rabu (18/3/2026). Penekanan "tiga kali sangat aman" ini menegaskan keyakinan pemerintah terhadap kapasitas pasokan dan ketahanan pangan nasional.
Rincian Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per Maret menunjukkan bahwa pasokan tersebut berasal dari berbagai sumber strategis. Produksi sapi/kerbau lokal menyumbang sekitar 143,8 ribu ekor, setara dengan 28,2 ribu ton daging. Sementara itu, tambahan pasokan signifikan datang dari hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan dan realisasi impor yang totalnya mencapai 29,2 ribu ton. Ditambah dengan stok awal bulan Maret yang mencapai 168,6 ribu ton, total ketersediaan mencapai 226 ribu ton, sesuai dengan proyeksi awal.
Di sisi lain, estimasi kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional untuk bulan Maret diperkirakan hanya sekitar 65,8 ribu ton. Dengan perbandingan ketersediaan yang hampir tiga setengah kali lipat dari kebutuhan, Bapanas optimis bahwa tekanan inflasi dari sektor pangan, khususnya daging, dapat diminimalisir secara signifikan. Kondisi ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan mendukung kelancaran perayaan hari raya tanpa kekhawatiran akan kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak wajar, sehingga stabilitas ekonomi dan sosial tetap terjaga.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar