55 NEWS – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global dan gejolak harga energi yang dipicu oleh konflik geopolitik, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan angin segar bagi masyarakat. Ia secara tegas menyatakan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak akan mengalami kenaikan hingga penghujung tahun ini, berkat kapasitas fiskal pemerintah yang masih sangat memadai. Pernyataan ini sontak menjadi sorotan, menawarkan kepastian di tengah kekhawatiran inflasi dan daya beli.

Related Post
Pernyataan optimis ini disampaikan Purbaya di Kota Yogyakarta pada Selasa (17/3/2026), menegaskan bahwa belum ada perhitungan untuk menyesuaikan harga BBM. "Sampai sekarang belum ada hitungan untuk menaikkan harga BBM karena kita punya uang masih cukup untuk level harga BBM yang sekarang," ungkap Purbaya, menanggapi kekhawatiran publik terhadap dampak konflik AS-Israel versus Iran yang memicu fluktuasi harga energi global. Kondisi ini, menurutnya, telah diantisipasi dengan baik oleh pemerintah.

Purbaya lebih lanjut menjelaskan bahwa kemampuan fiskal yang kuat ini memungkinkan pemerintah untuk mempertahankan stabilitas harga BBM, bahkan hingga akhir tahun, sepenuhnya bergantung pada kebijakan dan arahan Presiden. "Kalau segini saja mah, kalau Presiden mau sih sampai akhir tahun juga bisa. Jadi saya punya uang cukup banyak. Yang masih bisa dipakai, yang pengamat, pengamat itu, nggak tahu uangnya di mana," tegasnya, menyiratkan adanya cadangan anggaran yang mungkin luput dari pengamatan pihak luar, sekaligus menepis spekulasi mengenai keterbatasan fiskal.
Ia menekankan peran vital Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai peredam guncangan (shock absorber) utama. Fungsi ini krusial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi eksternal. "Fungsi anggaran meng-absorb shock dari luar. Sampai sekarang yang absorb adalah APBN pemerintah," jelas Purbaya, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi stabilitas ekonomi rumah tangga dari imbas gejolak global.
Dengan demikian, pernyataan Purbaya memberikan kepastian di tengah ketidakpastian global, menunjukkan bahwa pemerintah melalui APBN siap menopang beban subsidi demi menjaga stabilitas harga energi dan daya beli masyarakat Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan ekonomi dan fiskal dapat diakses melalui portal berita terkemuka seperti 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar