GEGER! Malaysia Bikin AS TERKEJUT: Perjanjian Dagang Krusial Dibatalkan ‘Batal Demi Hukum’! Tarif Impor 19% Kini Tinggal Sejarah, Apa Langkah Washington Selanjutnya?

GEGER! Malaysia Bikin AS TERKEJUT: Perjanjian Dagang Krusial Dibatalkan 'Batal Demi Hukum'! Tarif Impor 19% Kini Tinggal Sejarah, Apa Langkah Washington Selanjutnya?

55 NEWS – Kuala Lumpur diguncang kabar mengejutkan dari arena perdagangan internasional. Malaysia secara resmi membatalkan Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS), sebuah langkah yang secara langsung menghapus pemberlakuan tarif impor sebesar 19% dari Malaysia ke AS. Keputusan drastis ini diumumkan oleh Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, pada Rabu (18/3/2026), menandai perubahan signifikan dalam lanskap hubungan ekonomi bilateral kedua negara.

COLLABMEDIANET

Datuk Seri Johari menegaskan bahwa pembatalan ini bukan sekadar penangguhan sementara, melainkan sebuah kondisi ‘batal demi hukum’ atau secara hukum tidak sah. "Itu bukan ditangguhkan. Itu sudah tidak ada lagi, itu batal demi hukum," tegas Johari, seperti dilansir oleh 55tv.co.id. Ia menjelaskan bahwa pemicu utama di balik keputusan fundamental ini adalah putusan Mahkamah Agung AS. "Mahkamah Agung Amerika Serikat telah memutuskan bahwa jika Anda ingin mengenakan tarif, Anda harus memiliki alasan," tambahnya, menyoroti pentingnya justifikasi yang jelas dan spesifik dalam setiap kebijakan tarif yang diterapkan.

GEGER! Malaysia Bikin AS TERKEJUT: Perjanjian Dagang Krusial Dibatalkan 'Batal Demi Hukum'! Tarif Impor 19% Kini Tinggal Sejarah, Apa Langkah Washington Selanjutnya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Perjanjian ART sendiri merupakan kesepakatan penting yang ditandatangani pada 26 Oktober 2025 antara Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim dan mantan Presiden AS Donald Trump. Tujuan utama dari perjanjian ini adalah untuk mendorong perlakuan yang adil dalam perdagangan, melindungi ekspor dan lapangan kerja Malaysia, serta menstabilkan hubungan perdagangan bilateral antara kedua negara. Dengan pembatalan ini, kerangka kerja yang telah disepakati tersebut kini tidak lagi berlaku.

Melihat ke depan, Johari menekankan bahwa setiap tindakan tarif yang mungkin diambil oleh Washington kini harus didasarkan pada alasan yang spesifik dan dapat dibenarkan, bukan diberlakukan secara menyeluruh. "Jika mereka mengklaim hal itu disebabkan oleh surplus perdagangan, mereka harus menyebutkan industri yang terlibat," ujar Johari. Ia menambahkan dengan tegas, "Mereka tidak dapat mengenakan tarif secara menyeluruh." Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Malaysia akan menuntut transparansi dan justifikasi yang kuat dari AS terkait kebijakan perdagangan di masa mendatang, menandai babak baru dalam dinamika hubungan ekonomi kedua negara yang berpotensi memicu diskusi lebih lanjut di tingkat global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar