55 NEWS – Di tengah bayang-bayang ketidakpastian geopolitik global, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah sigap dengan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sepanjang periode libur panjang Idulfitri 1447 H. Langkah proaktif ini diambil sebagai respons antisipatif terhadap potensi gejolak pasar global yang kian memanas, dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Related Post
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa meskipun aktivitas pasar keuangan domestik akan memasuki masa jeda selama libur Lebaran, pergerakan mata uang Garuda di pasar luar negeri tetap berlangsung aktif dan memerlukan pengawasan ekstra ketat. "Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026," tegas Destry dalam keterangan resminya yang diterima 55tv.co.id pada Kamis (19/3/2026).

Destry menggarisbawahi bahwa dinamika yang terjadi di pasar internasional memiliki potensi dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi nasional, terutama saat aktivitas perdagangan di dalam negeri kembali beroperasi pasca-libur. Ia menambahkan, fluktuasi nilai tukar Rupiah di pasar luar negeri, meskipun pasar domestik tutup, dapat secara signifikan memengaruhi fundamental ekonomi Indonesia.
Untuk mengantisipasi kemungkinan perluasan konflik di Timur Tengah dan dampaknya yang lebih luas, BI berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional. Hal ini akan diwujudkan melalui pemanfaatan optimal berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia, serta koordinasi erat dengan pemerintah dan otoritas terkait lainnya, demi memastikan fondasi ekonomi tetap kokoh menghadapi tantangan global.
Editor: Akbar soaks









Tinggalkan komentar