Krisis BBM Buatan? Dalang Penimbunan Harus Diburu, FKBI Desak Sanksi Maksimal dan Pembongkaran Beking!

Krisis BBM Buatan? Dalang Penimbunan Harus Diburu, FKBI Desak Sanksi Maksimal dan Pembongkaran Beking!

55 NEWS – Praktik penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi sorotan tajam, memicu kekhawatiran serius akan stabilitas pasokan energi nasional dan kerugian ekonomi yang ditimbulkannya bagi masyarakat luas. Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) secara tegas menyatakan bahwa aksi ilegal ini merupakan pelanggaran hukum berat yang tidak hanya merugikan konsumen secara langsung, tetapi juga mengancam ketahanan energi negara dan menciptakan distorsi pasar yang merugikan.

COLLABMEDIANET

Ketua FKBI, Tulus Abadi, dalam pernyataannya di Jakarta pada Kamis (19/3/2026), mengapresiasi langkah penegakan hukum terhadap para penimbun BBM. "Perintah penangkapan sudah sangat tepat. Tindakan penimbunan ini jelas-jelas merugikan masyarakat dan negara, sehingga tidak boleh ada kompromi sedikit pun," tegas Tulus. Ia mendesak agar penegak hukum tidak hanya menjerat pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar jaringan hingga ke aktor intelektual dan pihak-pihak yang menjadi beking di balik praktik culas ini.

Krisis BBM Buatan? Dalang Penimbunan Harus Diburu, FKBI Desak Sanksi Maksimal dan Pembongkaran Beking!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Para pelaku harus diproses secara pidana. Lebih dari itu, pencarian dan penindakan terhadap ‘beking’ mereka adalah kunci untuk memutus mata rantai kejahatan ini," lanjut Tulus. Menurutnya, langkah tegas dan komprehensif ini sangat krusial untuk mencegah meluasnya dugaan penimbunan BBM ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, yang berpotensi menciptakan kelangkaan buatan dan memicu gejolak harga yang merugikan daya beli masyarakat.

FKBI menyerukan adanya kolaborasi strategis dan sinergis antara aparat penegak hukum, PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia utama, serta pemangku kebijakan terkait lainnya untuk memastikan pasokan BBM tetap stabil dan distribusinya berjalan lancar. Selain penindakan, edukasi publik yang masif juga dinilai penting agar masyarakat memahami dampak buruk penimbunan dan turut serta dalam pengawasan, melaporkan setiap indikasi praktik ilegal.

Tidak hanya itu, Tulus Abadi juga menyoroti peran vital karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebagai garda terdepan. Ia berharap ada peningkatan kewaspadaan dan integritas di kalangan karyawan SPBU, terutama dalam mengidentifikasi pihak-pihak yang mengisi BBM dengan kapasitas tangki yang mencurigakan atau di luar batas wajar. "Peningkatan kesadaran ini penting untuk mencegah terjadinya kerja sama antara oknum SPBU dengan para penimbun. Bahkan, sanksi tegas harus diterapkan jika terbukti ada oknum yang berkolaborasi dalam praktik ilegal ini," pungkas Tulus, menekankan pentingnya menjaga rantai pasok BBM dari praktik-praktik curang yang merugikan perekonomian nasional.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar