Badai Minyak Dunia USD100 Menerjang! Mengapa Harga BBM di Indonesia Tetap Aman? Menkeu Purbaya Bongkar Strategi APBN yang Bikin Rakyat Bernapas Lega!

Badai Minyak Dunia USD100 Menerjang! Mengapa Harga BBM di Indonesia Tetap Aman? Menkeu Purbaya Bongkar Strategi APBN yang Bikin Rakyat Bernapas Lega!

55 NEWS – Di tengah gejolak harga minyak mentah global yang kembali menembus level psikologis USD100 per barel, pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan jaminan tegas: harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di dalam negeri tidak akan mengalami kenaikan. Purbaya menegaskan bahwa tekanan inflasi akibat lonjakan harga komoditas energi ini akan diserap penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pernyataan ini disampaikan Purbaya pada Kamis (19/3/2026), menenangkan kekhawatiran publik akan potensi kenaikan biaya hidup.

COLLABMEDIANET

"Kami pastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi," ujar Purbaya. Ia melanjutkan, "Pemerintah memilih untuk menyerap tekanan terhadap perekonomian melalui APBN. Jika tidak, kita bisa melihat skenario seperti yang terjadi di banyak negara lain, di mana masyarakat rentan mengalami kepanikan dan ketidakpastian ekonomi." Penyerapan ini, menurutnya, adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat dan iklim investasi di tengah dinamika pasar global yang bergejolak.

Badai Minyak Dunia USD100 Menerjang! Mengapa Harga BBM di Indonesia Tetap Aman? Menkeu Purbaya Bongkar Strategi APBN yang Bikin Rakyat Bernapas Lega!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Purbaya menguraikan bahwa kerangka subsidi energi telah dirancang secara komprehensif untuk periode satu tahun penuh. Ini berarti, fluktuasi dan potensi lonjakan harga energi, termasuk minyak mentah global, telah diperhitungkan dan diantisipasi dalam proyeksi APBN. "Struktur subsidi kita telah diatur dan dihitung untuk cakupan setahun penuh. Bahkan dengan level harga minyak saat ini, asumsi dampaknya terhadap APBN sudah kami perhitungkan secara matang," jelas Purbaya, seperti dikutip dari 55tv.co.id.

Untuk menjaga keberlanjutan fiskal, pemerintah telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi. Ini mencakup optimalisasi pengeluaran melalui penghematan di berbagai sektor, serta upaya peningkatan pendapatan negara dari sumber-sumber non-pajak maupun efisiensi penerimaan pajak. Purbaya menekankan bahwa berdasarkan kalkulasi terkini, posisi APBN masih sangat solid dan mampu menopang kebijakan subsidi ini. "Kami akan mengimplementasikan berbagai strategi, baik itu melalui efisiensi anggaran maupun peningkatan penerimaan negara, demi memastikan APBN tetap dalam kondisi aman dan terkendali. Hingga saat ini, proyeksi dan perhitungan kami menunjukkan kondisi yang masih sangat aman," pungkas Purbaya.

Komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi ini diharapkan dapat menjadi jangkar bagi perekonomian nasional, meredam potensi inflasi yang lebih luas dan menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah ini juga menunjukkan kapasitas APBN sebagai instrumen fiskal utama dalam menstabilkan kondisi ekonomi makro dan melindungi kesejahteraan rakyat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar