Dilema Dapur Jelang Idul Fitri: Kelapa Rp25 Ribu, Daging Rp160 Ribu! Mengapa Emak-Emak Tetap Berburu di Tengah Badai Harga?

Dilema Dapur Jelang Idul Fitri: Kelapa Rp25 Ribu, Daging Rp160 Ribu! Mengapa Emak-Emak Tetap Berburu di Tengah Badai Harga?

55 NEWS – Gejolak harga bahan pangan kembali mengguncang persiapan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 2026. Di tengah lonjakan permintaan yang tak terhindarkan, komoditas vital seperti kelapa parut dan daging sapi terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup drastis, menciptakan dilema tersendiri bagi rumah tangga dalam menyusun hidangan khas Lebaran.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan pantauan 55tv.co.id di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, harga kelapa kini dibanderol antara Rp20.000 hingga Rp25.000 per butir, sebuah angka yang jauh di atas harga normal. Tak kalah mengkhawatirkan, harga daging sapi juga meroket, mencapai Rp160.000 per kilogram dari sebelumnya Rp113.000, sebuah kenaikan yang substansial dan berpotensi membebani anggaran belanja keluarga.

Dilema Dapur Jelang Idul Fitri: Kelapa Rp25 Ribu, Daging Rp160 Ribu! Mengapa Emak-Emak Tetap Berburu di Tengah Badai Harga?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Fenomena menarik justru terlihat dari respons konsumen. Meskipun harga melonjak tajam, antusiasme pembeli untuk mendapatkan kelapa parut sebagai bahan dasar santan masakan khas Lebaran, khususnya rendang, tetap tinggi. Salah satunya adalah Aminah, seorang ibu rumah tangga yang ditemui 55tv.co.id. Ia mengaku baru sempat berbelanja pada H-1 Lebaran dan tak gentar menghadapi kenaikan harga.

Dengan nada pasrah namun tegas, Aminah menyatakan, "Satu buah Rp20.000. Tidak apa-apa dibeli asalkan ada." Ia bahkan membeli tujuh butir kelapa sekaligus untuk memastikan hidangan rendang Lebaran keluarganya tetap tersaji. Keputusan ini mencerminkan prioritas budaya dan tradisi yang kuat di tengah tekanan ekonomi.

Kenaikan harga ini juga dikonfirmasi oleh Ahmad, salah seorang pedagang daging di Pasar Kramat Jati. "Daging satu kilogram Rp160.000, sebelumnya Rp113.000," jelasnya, menggarisbawahi tekanan inflasi yang dirasakan para pedagang dan konsumen secara langsung. Lonjakan harga bahan pangan menjelang hari raya adalah siklus tahunan yang sering terjadi, didorong oleh peningkatan permintaan yang signifikan sementara pasokan cenderung stagnan atau bahkan terhambat. Kondisi ini menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola anggaran belanja, sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan ekonomi rumah tangga.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar