Terungkap! Kementan Gelontorkan Rp9,5 Triliun: Strategi Ambisius Hentikan Ekspor Bahan Mentah dan Sulap Kakao hingga Pala Jadi ‘Emas’ Nasional! Petani Siap-siap Panen Keuntungan Berlipat?

Terungkap! Kementan Gelontorkan Rp9,5 Triliun: Strategi Ambisius Hentikan Ekspor Bahan Mentah dan Sulap Kakao hingga Pala Jadi 'Emas' Nasional! Petani Siap-siap Panen Keuntungan Berlipat?

55 NEWS – Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan inisiatif strategis dengan mengalokasikan dana fantastis senilai sekitar Rp9,5 triliun. Anggaran jumbo ini ditujukan untuk mengakselerasi program hilirisasi tujuh komoditas pertanian unggulan, meliputi kelapa, kakao, kopi, jambu mete, lada, dan pala. Program ambisius ini menargetkan revitalisasi lahan perkebunan rakyat seluas 870 ribu hektare dalam kurun waktu tiga tahun, mulai 2025 hingga 2027, demi mentransformasi sektor pertanian Indonesia dari pengekspor bahan mentah menjadi produsen produk bernilai tambah tinggi.

COLLABMEDIANET

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa fokus utama hilirisasi adalah memperkuat pasokan bahan baku domestik sekaligus mendorong pertumbuhan industri pengolahan di dalam negeri. "Kami merancang program hilirisasi ini melalui replanting (peremajaan) dan penanaman baru di berbagai komoditas tersebut. Dengan penguatan ini, kami sangat optimistis mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian secara signifikan," ujar Mentan, seperti dikutip dari 55tv.co.id pada Sabtu (22/3/2026).

Terungkap! Kementan Gelontorkan Rp9,5 Triliun: Strategi Ambisius Hentikan Ekspor Bahan Mentah dan Sulap Kakao hingga Pala Jadi 'Emas' Nasional! Petani Siap-siap Panen Keuntungan Berlipat?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan hilirisasi merupakan bagian integral dari agenda transformasi ekonomi nasional. Menurutnya, hilirisasi bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan yang harus segera diwujudkan. "Hilirisasi adalah keharusan. Kita tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian kita wajib diolah di dalam negeri agar seluruh rantai nilai dan margin keuntungan terbesar dapat dinikmati oleh rakyat Indonesia, khususnya para petani," tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini Indonesia kerap merugi karena sebagian besar komoditas pertaniannya masih dijual dalam bentuk bahan baku mentah. Kondisi ini menyebabkan keuntungan terbesar justru jatuh ke tangan negara-negara pengolah. Oleh karena itu, Kementan berkomitmen untuk membangun ekosistem hilirisasi yang terstruktur dan terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir, untuk memastikan produk pertanian Indonesia memiliki daya saing global dan memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi, mengurangi ketergantungan pada pasar ekspor bahan mentah, serta membuka peluang investasi baru di sektor pengolahan. Dengan suntikan dana dan strategi yang matang, Kementan berambisi menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai nilai komoditas pertanian global, dengan petani sebagai ujung tombak yang merasakan langsung dampak positif dari kebijakan ini.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar