Badai Berlalu, Freeport Siap Guncang Pasar! Pasca Longsor Dahsyat, Terungkap Strategi ‘Gila-gilaan’ PTFI Kejar Target Produksi Emas dan Tembaga Fantastis di Grasberg. Akankah Tantangan Teknis dan Biaya Melonjak Mampu Dihadapi?

Badai Berlalu, Freeport Siap Guncang Pasar! Pasca Longsor Dahsyat, Terungkap Strategi 'Gila-gilaan' PTFI Kejar Target Produksi Emas dan Tembaga Fantastis di Grasberg. Akankah Tantangan Teknis dan Biaya Melonjak Mampu Dihadapi?

55 NEWS – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersiap memulai kembali operasional penambangan bawah tanah di Grasberg Block Cave (GBC). Aktivitas produksi di salah satu tambang tembaga dan emas terbesar dunia ini sempat terhenti pasca insiden longsor beberapa waktu lalu, namun manajemen memastikan upaya pemulihan kini mendekati finalisasi.

COLLABMEDIANET

Tony Wenas, Presiden Direktur PTFI, menjelaskan bahwa fokus utama pemulihan saat ini terkonsentrasi pada production block 2 dan 3. Ia memperkirakan, area-area tersebut akan kembali produktif dalam beberapa minggu ke depan. Sementara itu, untuk production block 1, jadwal operasionalnya baru dijadwalkan aktif kembali pada tahun 2027.

Badai Berlalu, Freeport Siap Guncang Pasar! Pasca Longsor Dahsyat, Terungkap Strategi 'Gila-gilaan' PTFI Kejar Target Produksi Emas dan Tembaga Fantastis di Grasberg. Akankah Tantangan Teknis dan Biaya Melonjak Mampu Dihadapi?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Mulai dua hingga tiga minggu ke depan, kami akan kembali melakukan ramp up produksi di Grasberg Block Cave, khususnya di production block 2 dan 3," ungkap Tony saat ditemui 55tv.co.id di kawasan Widya Candra, Jakarta, Sabtu (21/3/2026) malam. "Untuk production block 1, memang masih kami targetkan tahun depan."

Untuk tahun 2026, PTFI telah menetapkan target produksi yang cukup ambisius. Perusahaan membidik angka 1,1 miliar pound tembaga dan 800.000 troy ounces emas, atau setara dengan sekitar 24,88 ton. Angka ini menunjukkan optimisme manajemen di tengah tantangan yang ada.

Tony Wenas mengakui, proses penambangan bawah tanah ini bukan tanpa hambatan. Perusahaan harus menghadapi kendala teknis yang kompleks serta potensi peningkatan biaya operasional.

"Tantangan tahun ini memang mencakup peningkatan biaya operasional yang signifikan. Namun, dari sisi produksi, kami sedang berupaya keras menyelesaikan berbagai kendala dan akan segera memulai penambangan di production block 2 dan 3 Grasberg Block Cave," jelasnya.

Ia menambahkan, fokus utama manajemen saat ini adalah mengatasi berbagai kendala di lapangan guna memastikan akselerasi volume produksi (ramp up) dapat segera terlaksana.

"Memang, tantangan yang kami hadapi sebagian besar bersifat teknis. Namun, kami optimistis dalam waktu dekat, sekitar dua hingga tiga minggu ke depan, produksi dapat dimulai kembali dan kami bisa segera melakukan ramp up," pungkas Tony penuh keyakinan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar