Terkuak! Indonesia Kebal Krisis Energi Global Dibanding Vietnam? Laporan The Economist Ungkap Fakta Mengejutkan, Tapi Ada Peringatan Penting untuk Rakyat!

Terkuak! Indonesia Kebal Krisis Energi Global Dibanding Vietnam? Laporan The Economist Ungkap Fakta Mengejutkan, Tapi Ada Peringatan Penting untuk Rakyat!

55 NEWS – Di tengah gejolak geopolitik global yang memicu ketidakpastian pasokan energi, Indonesia menunjukkan ketahanan yang jauh lebih kokoh dibandingkan sejumlah negara lain, termasuk Vietnam. Sebuah laporan terbaru dari The Economist berjudul "Which country is the biggest loser from the energy shock" menyoroti posisi strategis Indonesia yang relatif aman dari guncangan energi, setidaknya dalam jangka menengah. Namun, di balik kabar baik ini, masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam konsumsi energi guna mengantisipasi potensi dampak jangka pendek.

COLLABMEDIANET

Laporan bergengsi tersebut mengindikasikan bahwa tidak ada kekhawatiran signifikan terhadap pasokan energi domestik Indonesia, bahkan di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Ini menjadi angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional dan memberikan optimisme di tengah kekhawatiran global.

Terkuak! Indonesia Kebal Krisis Energi Global Dibanding Vietnam? Laporan The Economist Ungkap Fakta Mengejutkan, Tapi Ada Peringatan Penting untuk Rakyat!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pakar ekonomi dan bisnis dari Universitas Hasanuddin Makassar, Hamid Paddu, menegaskan bahwa posisi Indonesia memang lebih stabil. "Dari sisi ketahanan energi, kita lebih stabil (dibandingkan Vietnam). Dalam jangka menengah, kita tidak terlalu terpapar, semisal situasi geopolitik sekarang berlanjut," ujar Hamid di Jakarta, Selasa lalu, seperti dikutip oleh 55tv.co.id. Ia menambahkan bahwa laporan The Economist yang berbasis data dan bukti (evidence-based) sangat sesuai dengan realitas ketahanan energi nasional, menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia berada di jalur yang tepat dalam membangun fondasi energi yang kuat.

Menurut Hamid, laporan yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang paling aman dari dampak krisis energi global ini tidak lepas dari keberhasilan pemerintah dalam melakukan diversifikasi energi. Inisiatif strategis seperti pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, penggalakan penggunaan kendaraan listrik, serta upaya Pertamina dalam mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) seperti panas bumi (geothermal) menjadi pilar utama strategi ini. Langkah-langkah ini secara signifikan mengurangi ketergantungan pada satu jenis sumber energi.

Selain itu, dalam masa transisi energi, pemerintah melalui BUMN juga aktif mencari cadangan minyak baru. Indonesia saat ini memiliki cadangan minyak terbukti (proven reserves) yang mencapai 4,4 miliar barel. Cadangan ini, menurut Hamid, mampu menopang ketahanan energi nasional hingga satu dekade ke depan. "Kita masih memiliki cadangan minyak yang cukup besar. Untuk jangka menengah, kita tidak terlalu terpapar jika kondisi geopolitik terus berlanjut," pungkasnya, memberikan jaminan akan ketersediaan energi dalam kurun waktu yang cukup panjang.

Meskipun demikian, Hamid menekankan pentingnya peran serta masyarakat untuk tetap bijak dan efisien dalam penggunaan energi sehari-hari. Langkah proaktif ini krusial untuk menjaga stabilitas energi nasional dari potensi fluktuasi jangka pendek yang mungkin timbul akibat dinamika global, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mencapai kemandirian energi berkelanjutan.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar