55 NEWS – Kinerja ekspor Indonesia kembali menunjukkan geliat positif di awal tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa nilai ekspor pada Februari 2026 berhasil mencapai angka fantastis USD22,17 miliar, mencatatkan kenaikan signifikan 1,01 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini menjadi indikator kuat resiliensi ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global.

Related Post
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers resminya pada Rabu (1/4/2026), menegaskan bahwa capaian impresif ini tak lepas dari strategi penguatan volume serta kenaikan harga pada sejumlah komoditas andalan di kancah global. "Pada Februari 2026, ekspor kita mencapai USD22,17 miliar, atau naik 1,01 persen dibandingkan Februari 2025," jelas Ateng, menyoroti momentum positif yang berhasil dipertahankan oleh sektor perdagangan luar negeri Indonesia.

Analisis BPS lebih lanjut mengungkapkan adanya dinamika yang menarik di antara sektor-sektor penyumbang ekspor. Sektor logam dan mineral, misalnya, menunjukkan lonjakan performa yang sangat signifikan dari tahun ke tahun. Kenaikan harga emas di pasar internasional menjadi pendorong utama, bertindak sebagai katalisator yang menggenjot nilai ekspor dari komoditas-komoditas strategis ini. Fenomena ini mengindikasikan bahwa Indonesia berhasil memanfaatkan tren kenaikan harga komoditas global tertentu untuk mendongkrak pendapatan ekspornya.
Namun, di sisi lain, sektor energi justru menghadapi tantangan dengan menunjukkan pelemahan performa secara tahunan pada periode Februari ini. Meskipun demikian, secara agregat, kinerja ekspor non-migas Indonesia tetap kokoh. Hal ini berkat tingginya permintaan yang berkelanjutan dari negara-negara mitra dagang utama, yang berhasil menopang total nilai ekspor di tengah fluktuasi global. Kondisi ini menunjukkan diversifikasi ekspor Indonesia mulai menunjukkan hasil, mengurangi ketergantungan pada satu sektor saja dan memperkuat posisi tawar di pasar internasional.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar