BBM Langka, Inflasi Mengancam! Apindo Ungkap Dilema WFH: Antara Hemat Energi dan Jaga Dapur Produksi Nasional. Apa Dampaknya pada Harga Kebutuhan Anda?

55 NEWS – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tengah dihadapkan pada sebuah dilema krusial. Merespons seruan pemerintah untuk menerapkan kebijakan kerja dari rumah (WFH) sebagai langkah mitigasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah, Apindo menekankan perlunya keseimbangan antara efisiensi energi dan keberlanjutan roda perekonomian nasional.

COLLABMEDIANET

Bob Azam, Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, menjelaskan bahwa pertimbangan penerapan WFH bukan sekadar respons pasif. "Kami memang sedang mempertimbangkan untuk melaksanakan WFH. Yang lebih penting, WFH ini bisa memberikan sense of crisis kepada seluruh anggota Apindo, bahwa kita harus bersiap menghadapi kelangkaan energi," ujar Bob pada Jumat (3/4/2026) kepada 55tv.co.id. Ia menambahkan, di tengah upaya penghematan, menjaga tingkat produktivitas agar tidak merosot menjadi prioritas utama.

BBM Langka, Inflasi Mengancam! Apindo Ungkap Dilema WFH: Antara Hemat Energi dan Jaga Dapur Produksi Nasional. Apa Dampaknya pada Harga Kebutuhan Anda?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Penjagaan daya produksi menjadi esensial. Bob menegaskan, keseimbangan antara pasokan barang dan permintaan pasar adalah kunci untuk menghindari gejolak ekonomi. Tanpa produksi yang stabil, rantai pasok berpotensi terganggu, memicu efek domino yang merugikan masyarakat luas.

Apabila dunia usaha kesulitan mempertahankan laju produksinya akibat implementasi WFH yang kurang tepat, tekanan ekonomi dipastikan akan merambat ke lapisan masyarakat. "Jika kelangkaan energi diikuti dengan kelangkaan barang, hal itu dapat memicu inflasi yang memperburuk kondisi ekonomi," papar Bob. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pelaksanaan WFH harus dilakukan secara cermat dan terukur, dengan tetap memastikan ketersediaan barang dan jasa vital bagi masyarakat.

Bob juga mengingatkan bahwa sektor industri, yang secara inheren terkait langsung dengan proses produksi barang dan jasa, akan menghadapi tantangan signifikan dalam mengadopsi WFH secara penuh. Mesin-mesin produksi, lini perakitan, dan operasional lapangan tidak dapat dipindahkan ke rumah. Oleh karena itu, kebijakan WFH perlu diterapkan secara selektif, mungkin lebih cocok untuk fungsi-fungsi back office atau administratif yang tidak bersentuhan langsung dengan produksi fisik dan berpotensi diterapkan lebih dari sehari tanpa mengganggu operasional inti.

Dengan demikian, Apindo menyerukan pendekatan yang pragmatis dan strategis dalam menghadapi imbauan WFH, memastikan bahwa upaya penghematan energi tidak mengorbankan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar