55 NEWS – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengambil langkah strategis yang signifikan dalam mendorong transisi energi nasional. Melalui kolaborasi dengan PT Karimun Power Plant (KPP), perusahaan pelat merah ini siap menjadikan Karimun sebagai garda terdepan proyek percontohan dedieselisasi berskala nasional. Inisiatif ini berpusat pada pengembangan gasifikasi biomassa, sebuah terobosan yang diharapkan mampu mempercepat program pengurangan ketergantungan pada diesel, khususnya di wilayah-wilayah terpencil yang belum terintegrasi dengan jaringan listrik utama.

Related Post
Kesepakatan penting ini, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Senin, 6 April 2026, merupakan bagian integral dari komitmen PLN EPI dalam mendukung agenda transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Langkah ini bukan sekadar upaya diversifikasi, melainkan fondasi pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang kokoh dan berkelanjutan.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menegaskan bahwa pemanfaatan biomassa kini telah berevolusi dari sekadar opsi alternatif menjadi pilar utama dalam pembangunan ekosistem energi baru terbarukan (EBT) yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Pernyataan ini disampaikan Hokkop dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Rabu (8/4/2026), menyoroti urgensi dan potensi biomassa dalam lanskap energi nasional.
Menurut Hokkop, Indonesia memiliki cadangan biomassa yang melimpah, diperkirakan mencapai sekitar 80 juta ton. Namun, angka pemanfaatan saat ini masih jauh di bawah potensinya, yakni baru sekitar 20 juta ton. "Ini berarti masih ada ruang yang sangat luas dan peluang besar yang dapat kita optimalkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional kita," ujar Hokkop, menekankan dimensi ekonomi dari pemanfaatan sumber daya ini.
Lebih lanjut, Hokkop menjelaskan bahwa pengembangan biomassa tidak hanya terbatas pada skema co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang sudah berjalan. PLN EPI kini membuka jalur inovatif baru melalui pengembangan syngas berbasis gasifikasi biomassa. Pendekatan ini menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi, memungkinkan aplikasinya pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) serta sistem kelistrikan yang terisolasi.
"Gasifikasi biomassa ini merupakan solusi konkret dan berkelanjutan bagi daerah-daerah terisolasi yang selama ini sangat bergantung pada pasokan solar yang mahal dan beremisi tinggi," pungkasnya. Dengan implementasi teknologi ini, PLN EPI menargetkan penurunan signifikan pada biaya energi operasional sekaligus kontribusi nyata dalam pengurangan emisi karbon, sejalan dengan komitmen global terhadap keberlanjutan lingkungan. Inovasi ini diharapkan tidak hanya membawa dampak positif bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan efisiensi ekonomi yang substansial bagi operasional kelistrikan nasional, sebagaimana dilaporkan 55tv.co.id.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar