Geger! Rp1,77 Triliun Dana Negara Jadi Tameng Jemaah Haji dari Guncangan Harga Avtur Global: Kebijakan Berani Purbaya Selamatkan Jutaan Mimpi!

55 NEWS – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis yang signifikan dengan mengalokasikan dana tambahan sebesar Rp1,77 triliun. Anggaran jumbo ini disiapkan khusus untuk menanggulangi lonjakan biaya operasional penerbangan jemaah haji reguler tahun ini, sebuah respons cepat terhadap gejolak harga avtur global yang dipicu oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Kebijakan afirmatif ini memastikan bahwa beban finansial akibat kenaikan tersebut tidak akan sedikit pun ditimpakan kepada para jemaah.

COLLABMEDIANET

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa sumber pendanaan masif ini berasal dari pos cadangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berhasil dihimpun melalui serangkaian optimalisasi dan efisiensi belanja negara. "Kita kan sudah efisiensi. Itu efisiensi dihitung setahun, sampai akhir tahun. Nanti itu akan disalurkan ke pengeluaran baru," terang Purbaya kepada awak media di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026), menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas biaya haji.

Geger! Rp1,77 Triliun Dana Negara Jadi Tameng Jemaah Haji dari Guncangan Harga Avtur Global: Kebijakan Berani Purbaya Selamatkan Jutaan Mimpi!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Data menunjukkan bahwa kenaikan harga avtur pada periode April 2026 mencapai tingkat yang sangat mencengangkan. Berdasarkan penyesuaian harga dari Pertamina, avtur domestik mengalami kenaikan rata-rata 70 persen, sementara untuk rute internasional, angkanya bahkan melambung hingga 80 persen. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, misalnya, harga avtur merangkak naik dari Rp13.656,51 per liter pada Maret menjadi Rp23.551,08 per liter pada April, sebuah lonjakan yang substansial.

Kondisi pasar avtur yang bergejolak ini sebelumnya sempat mendorong maskapai penerbangan untuk menyesuaikan tarif. Garuda Indonesia, misalnya, berencana menaikkan biaya penerbangan sebesar Rp7,9 juta per jemaah, sementara maskapai Saudia juga mempertimbangkan kenaikan tarif sebesar USD 480 per jemaah. Potensi kenaikan ini tentu akan sangat memberatkan jemaah haji jika tidak ada intervensi dari pemerintah.

Menyikapi situasi krusial ini, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelumnya telah menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan instruksi khusus. Arahan Presiden sangat jelas: seluruh komponen biaya penerbangan yang melonjak harus sepenuhnya ditanggung oleh negara. Kebijakan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk melindungi dan meringankan beban jemaah haji, memastikan ibadah mereka berjalan lancar tanpa terbebani fluktuasi ekonomi global.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar