TERBONGKAR! Strategi ‘Ngeri-Ngeri Sedap’ Prabowo Jaga Ekonomi RI Tetap Perkasa: Batas Utang di Bawah 40% dan Defisit APBN di Bawah 3% Bikin Penasaran!

55 NEWS – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto secara tegas menggarisbawahi komitmennya terhadap disiplin fiskal yang ketat. Strategi kunci yang diusung adalah menjaga rasio utang negara tetap di bawah 40% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tidak melampaui angka 3%. Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026).

COLLABMEDIANET

Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa komitmen Presiden Prabowo ini jauh lebih konservatif dibandingkan batas yang diizinkan oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang menetapkan rasio utang maksimal 60% terhadap PDB. "Bapak Presiden tadi komit bahwa rasio utang dijaga di level 40% walaupun Undang-Undang menyiapkan sampai 60% terhadap PDB. Demikian pula juga defisit APBN dijaga di level 3%. Ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun," ujar Airlangga, menegaskan tekad pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar.

TERBONGKAR! Strategi 'Ngeri-Ngeri Sedap' Prabowo Jaga Ekonomi RI Tetap Perkasa: Batas Utang di Bawah 40% dan Defisit APBN di Bawah 3% Bikin Penasaran!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Optimisme pemerintah ini bukan tanpa dasar. Airlangga memaparkan bahwa perekonomian Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang solid dan menunjukkan tren positif. Berbagai indikator ekonomi makro, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menguat, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur yang ekspansif, cadangan devisa yang kokoh, neraca pembayaran yang sehat, serta pertumbuhan penerimaan pajak yang signifikan, menjadi cerminan dari ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Lebih lanjut, pemerintah juga menyatakan keyakinannya terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026. Menteri Keuangan, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menyampaikan proyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi dapat mencapai atau bahkan melampaui angka 5,5%. "Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai target. Tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan lebih besar atau sama dengan 5,5%," pungkas Airlangga, mengindikasikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan memberikan landasan kuat bagi implementasi kebijakan fiskal yang prudent. Langkah-langkah fiskal yang hati-hati ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di tengah dinamika global, sekaligus memastikan keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

Informasi ini dihimpun dari laporan 55tv.co.id.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar