55 NEWS – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara tegas membantah narasi yang menyebut Indonesia akan menghadapi situasi kekacauan atau ‘chaos’ dalam waktu dekat. Dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Jumat (10/4/2026), Seskab Teddy menegaskan bahwa kondisi nasional saat ini berada dalam keadaan yang aman, terkendali, dan stabil.

Related Post
"Saya ingin meluruskan beberapa isu yang beredar. Beberapa waktu lalu sempat muncul narasi bahwa Indonesia akan mengalami kekacauan. Saya tegaskan, itu adalah narasi yang keliru. Tidak ada kondisi ‘chaos’ yang akan terjadi. Yang ada adalah stabilitas dan semuanya terkendali," ujar Seskab Teddy, menepis kekhawatiran publik yang mungkin timbul akibat disinformasi.

Teddy lebih lanjut memaparkan bahwa indikator ekonomi makro Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Di tengah gejolak global yang diwarnai konflik dan ketidakpastian geopolitik, daya beli masyarakat Indonesia justru tetap terjaga dengan baik. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti konkret resiliensi ekonomi nasional yang patut diapresiasi.
Salah satu poin krusial yang disoroti Teddy adalah kebijakan strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi. "Buktinya apa? Di tengah eskalasi konflik global, khususnya di Timur Tengah, banyak negara terpaksa menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat tekanan pasar dan rantai pasok. Namun, Presiden Prabowo dengan tegas memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi sama sekali di Indonesia," jelasnya, menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap perlindungan daya beli dan kesejahteraan rakyat.
Selain itu, Seskab Teddy juga menekankan bahwa data perekonomian yang valid dan dianalisis oleh para ekonom kredibel secara konsisten menunjukkan arah yang optimistis. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tetap positif, didukung oleh daya beli agregat masyarakat yang solid. Ini menjadi fondasi kuat bagi keyakinan bahwa Indonesia mampu melewati berbagai tantangan global tanpa harus terjebak dalam narasi pesimisme yang tidak berdasar.
Editor: Akbar soaks


Tinggalkan komentar