55 NEWS – Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, secara mengejutkan mengklaim bahwa Indonesia kini telah menembus level ‘swasembada plus’ di sektor pangan. Pencapaian monumental ini, yang disebut-sebut melampaui target waktu Presiden, menjadi fondasi optimisme kuat dalam menghadapi potensi gejolak krisis pangan global, termasuk ancaman El Nino.

Related Post
Dalam penjelasannya kepada 55tv.co.id, Amran merinci bahwa definisi swasembada adalah ketika sebuah negara mengimpor maksimal 10 persen dari total kebutuhannya. Namun, Indonesia, menurutnya, telah melampaui batas tersebut dengan mencapai ‘swasembada sempurna’ karena tidak lagi bergantung pada impor beras medium. "Jika ada swasembada plus, ya inilah yang kita raih tahun ini," tegas Amran, seraya menambahkan bahwa capaian ini diraih hanya dalam kurun waktu satu tahun, jauh melampaui proyeksi empat tahun yang dicanangkan oleh Bapak Presiden.

Capaian impresif ini, lanjut Amran, tidak terbatas pada komoditas beras semata. Sektor pangan nasional juga menunjukkan kinerja cemerlang pada komoditas strategis lainnya, seperti telur ayam, daging ayam, jagung pakan, bawang merah, cabai, hingga minyak goreng. Bahkan, beberapa di antaranya disebut telah mampu menjadi penyuplai signifikan bagi pasar global, menandakan kekuatan produksi yang melampaui kebutuhan domestik.
Dominasi konsumsi beras yang mencapai lebih dari 50 persen di kalangan masyarakat Indonesia, menurut Amran, menjadi faktor krusial dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini selaras dengan data Pola Pangan Harapan (PPH) tahun 2025, yang mengindikasikan bahwa konsumsi padi-padian masih mendominasi struktur pangan, diikuti oleh pangan hewani sebesar 12,7 persen, serta minyak dan lemak sebesar 12,4 persen.
Dengan fondasi ketahanan pangan yang kokoh ini, Amran menyatakan optimisme tinggi bahwa Indonesia siap menghadapi potensi krisis pangan global yang diakibatkan oleh fenomena El Nino. Ia secara eksplisit menunjuk kebijakan strategis yang digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu katalis utama di balik penguatan masif sektor pangan nasional ini.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar