Peringatan Dini untuk Kantong Anda! Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non-Subsidi, Kenaikan Fantastis Capai Puluhan Persen Mulai Hari Ini!

55 NEWS – Konsumen bahan bakar non-subsidi di Indonesia dihadapkan pada kenyataan pahit. PT Pertamina (Persero) secara resmi memberlakukan penyesuaian harga signifikan untuk sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, efektif mulai hari ini, Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan ini, yang mencapai puluhan persen untuk beberapa jenis, diprediksi akan memberikan dampak substansial terhadap anggaran rumah tangga dan sektor logistik.

COLLABMEDIANET

Berdasarkan pantauan 55tv.co.id dari laman resmi Pertamina, produk-produk yang mengalami kenaikan harga drastis meliputi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penyesuaian ini mencerminkan dinamika pasar minyak global dan kebijakan penyesuaian harga yang dilakukan oleh perusahaan dalam merespons fluktuasi harga komoditas energi dunia.

Peringatan Dini untuk Kantong Anda! Pertamina Resmi Naikkan Harga BBM Non-Subsidi, Kenaikan Fantastis Capai Puluhan Persen Mulai Hari Ini!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo kini melambung menjadi Rp19.400 per liter. Angka ini menunjukkan lonjakan tajam dari harga sebelumnya per 1 April 2026 yang berada di level Rp13.100 per liter. Ini berarti ada kenaikan sekitar Rp6.300 per liter, atau hampir 48%.

Tak hanya Pertamax Turbo, Dexlite juga mengalami kenaikan yang tidak kalah signifikan. Dari harga Rp14.200 per liter pada awal April, kini Dexlite dibanderol Rp23.600 per liter. Kenaikan sebesar Rp9.400 per liter ini setara dengan peningkatan lebih dari 66%, menjadikannya salah satu produk dengan persentase kenaikan tertinggi.

Sementara itu, konsumen Pertamina Dex juga harus merogoh kocek lebih dalam. Harga Pertamina Dex naik dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter. Kenaikan Rp9.400 per liter ini juga mencerminkan peningkatan sekitar 65%.

Kenaikan harga BBM non-subsidi ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas ekonomi dan inflasi. Dengan bahan bakar sebagai salah satu komponen biaya operasional utama bagi banyak sektor industri, terutama transportasi dan logistik, lonjakan harga ini berpotensi memicu efek domino pada harga barang dan jasa lainnya. Para pengamat ekonomi memprediksi bahwa kebijakan ini akan menekan daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada kendaraan pribadi atau transportasi umum yang menggunakan BBM jenis tersebut.

Pemerintah dan Pertamina diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai faktor-faktor pendorong kenaikan harga yang begitu drastis ini, serta langkah-langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak negatifnya terhadap perekonomian nasional. Masyarakat diimbau untuk cermat dalam mengelola pengeluaran dan mempertimbangkan efisiensi penggunaan bahan bakar di tengah kondisi harga yang terus bergejolak.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar