Dompet Terancam! Harga Gas LPG dan BBM Nonsubsidi Kompak Meroket, Simak Detail Kenaikan Fantastis Ini!

55 NEWS – Pertamina Patra Niaga kembali membuat gebrakan di awal kuartal kedua tahun 2026. Sejak 18 April 2026, perusahaan pelat merah ini secara serentak memberlakukan penyesuaian harga untuk sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG nonsubsidi. Langkah ini, yang berpotensi memengaruhi anggaran rumah tangga dan operasional bisnis, mencakup kenaikan signifikan pada jenis BBM tertentu serta gas elpiji ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

COLLABMEDIANET

Keputusan penyesuaian harga ini sontak menjadi sorotan publik, mengingat kenaikan terjadi pada dua komoditas energi vital secara bersamaan. Untuk gas LPG nonsubsidi, harga per tabung ukuran 12 kg kini mencapai Rp228.000. Sementara itu, LPG ukuran 5,5 kg juga mengalami kenaikan, dengan harga jual terbaru Rp107.000 per tabung. Ini merupakan angka yang cukup substansial, terutama bagi sektor usaha mikro dan rumah tangga yang mengandalkan gas nonsubsidi.

Dompet Terancam! Harga Gas LPG dan BBM Nonsubsidi Kompak Meroket, Simak Detail Kenaikan Fantastis Ini!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tak hanya gas, konsumen BBM nonsubsidi juga harus merogoh kocek lebih dalam. Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax Turbo melesat tajam menjadi Rp19.400 per liter, dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Kenaikan yang lebih drastis juga terjadi pada Dexlite, yang kini dibanderol Rp23.600 per liter, naik signifikan dari harga sebelumnya Rp14.200 per liter. Produk unggulan diesel lainnya, Pertamina Dex, juga tak luput dari penyesuaian, dengan harga baru Rp23.900 per liter dari semula Rp14.500 per liter.

Meskipun demikian, tidak semua jenis BBM mengalami kenaikan. Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga BBM bersubsidi dan beberapa jenis nonsubsidi lainnya tetap stabil. Harga Pertamax (RON 92) masih bertahan di angka Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green juga tidak mengalami perubahan, tetap di harga Rp12.900 per liter. Stabilitas harga pada kedua jenis BBM ini setidaknya memberikan sedikit kelegaan di tengah gejolak kenaikan harga komoditas energi lainnya.

Langkah penyesuaian harga ini kerap dikaitkan dengan fluktuasi harga minyak mentah global dan nilai tukar mata uang, meskipun rincian alasan spesifik dari Pertamina belum dijelaskan secara gamblang oleh 55tv.co.id. Namun, yang jelas, kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi daya beli masyarakat serta perhitungan biaya operasional bagi berbagai sektor industri di Indonesia.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar