55 NEWS – Dinamika pasar energi kembali menghantam kantong konsumen. Terhitung mulai Selasa, 21 April 2026, PT Pertamina (Persero) telah memberlakukan penyesuaian harga untuk sejumlah jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Namun, sinyal dari pemerintah mengindikasikan bahwa ini mungkin baru permulaan dari serangkaian penyesuaian harga yang berpotensi terjadi di masa mendatang.

Related Post
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara terbuka menyampaikan bahwa potensi penyesuaian harga lanjutan atau ‘tahap kedua’ untuk BBM nonsubsidi masih terbuka lebar. Keputusan ini, menurut Bahlil, akan sangat bergantung pada pergerakan harga minyak mentah di pasar global yang kerap menunjukkan volatilitas tinggi. Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi di tengah gejolak harga minyak dunia. Berbeda dengan BBM subsidi yang dijaga ketat, harga BBM nonsubsidi memang disesuaikan dengan mekanisme pasar. Artinya, jika harga minyak dunia terus merangkak naik, kenaikan harga di SPBU untuk jenis nonsubsidi sangat mungkin terjadi.

"Saya katakan bahwa untuk BBM nonsubsidi ada penyesuaian harga tahap pertama saat ini. Tahap berikutnya kita lihat nanti harga minyak dunia. Kalau harganya turun, tidak naik. Tetapi kalau harga naik, mungkin akan ada penyesuaian," jelas Bahlil, dikutip dari 55tv.co.id. Pernyataan ini tentu memicu kewaspadaan di kalangan pengguna kendaraan pribadi yang mengandalkan BBM nonsubsidi.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga melayangkan imbauan serius kepada masyarakat agar tidak serta-merta beralih ke BBM subsidi menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi. Ia menegaskan bahwa BBM subsidi memiliki peruntukan khusus, yakni bagi saudara-saudara kita yang berpenghasilan rendah dan memang membutuhkan. "BBM subsidi itu untuk saudara-saudara kita yang berhak. Kalau seperti saya, pejabat, karena harga BBM RON 98 naik lalu tiba-tiba beralih ke subsidi, itu berarti mengambil hak masyarakat yang berhak," tegasnya, menyoroti pentingnya keadilan dalam distribusi subsidi energi.
Berikut adalah daftar harga BBM yang berlaku di SPBU Pertamina per Selasa (21/4/2026), dengan penyesuaian yang signifikan pada beberapa jenis nonsubsidi:
- Solar subsidi (CN 48): Rp6.800 per liter (Stabil)
- Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter (Stabil)
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter (Stabil)
- Pertamax Green (RON 95): Rp13.150 per liter (Stabil)
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400 per liter (Naik Rp6.300 dari harga sebelumnya)
- Dexlite: Rp23.600 per liter (Naik Rp9.400 dari harga sebelumnya)
- Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (Naik Rp9.400 dari harga sebelumnya)
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini menjadi cerminan langsung dari fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Di satu sisi, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dengan mempertahankan harga BBM subsidi. Namun, di sisi lain, konsumen BBM nonsubsidi harus bersiap menghadapi potensi penyesuaian harga yang berkelanjutan, seiring dengan dinamika pasar komoditas global yang sulit diprediksi.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar