55 NEWS – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, baru-baru ini mengungkapkan target ambisius pemerintah dalam mengatasi defisit hunian di Ibu Kota. Proyek pembangunan rumah susun (rusun) di atas lahan strategis milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) di kawasan Tanah Abang diproyeksikan mampu menampung hingga 4.000 jiwa, menawarkan solusi konkret bagi ribuan warga Jakarta.

Related Post
Ara merinci bahwa rencana pembangunan ini akan menggarap sekitar 1.000 unit rusun. Dengan estimasi setiap unit dirancang memiliki dua kamar dan mampu dihuni oleh empat individu, kapasitas total hunian diperkirakan mencapai angka 4.000 orang. Proyek vital ini, sebagaimana diketahui publik, berlokasi di atas lahan yang sempat menjadi objek sengketa, termasuk dengan pihak Hercules CS, menambah kompleksitas namun juga urgensi pelaksanaannya.

Dalam pernyataannya kepada awak media usai meninjau progres renovasi rumah dan pengembangan UMKM di Menteng Tenggulun, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/4/2026), Ara menegaskan, "Kalau itu seribu unit rumah susun. Kalau dua kamar, satu kamar dua orang, ya kurang lebih ada 4 ribu orang yang bisa tertampung di situ." Pernyataan ini menggarisbawahi skala dan dampak sosial ekonomi yang diharapkan dari proyek tersebut.
Ara lebih lanjut menekankan bahwa inisiatif pemanfaatan aset negara untuk pembangunan hunian vertikal ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara sebelumnya telah menginstruksikan agar seluruh aset milik negara dimaksimalkan penggunaannya demi sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat. Menurut Ara, urgensi proyek ini sangat tinggi mengingat tingginya angka kebutuhan hunian yang layak di metropolis Jakarta. Oleh karena itu, optimalisasi aset-aset negara menjadi strategi krusial untuk menjawab tantangan perumahan. "Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo bagaimana tanah air itu digunakan untuk kepentingan rakyat kita. Jadi menurut saya kebijakan itu harus berguna bagi masyarakat. Begitu banyak di Jakarta ini rakyat Jakarta yang membutuhkan perumahan. Ini ada aset negara yang bisa kita manfaatkan," pungkas Ara, memberikan perspektif ekonomi dan sosial atas keputusan ini.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar