55 NEWS – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali meluncurkan program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2, sebuah inisiatif strategis yang digadang-gadang mampu menjadi akselerator kesiapan kerja di tengah dinamika pasar tenaga kerja. Pendaftaran untuk gelombang kedua ini telah dibuka sejak 19 Mei dan akan berlangsung hingga 9 Juni 2026, menawarkan 24 pilihan kejuruan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mendesak dunia usaha dan industri.

Related Post
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan instrumen vital dalam mempercepat transisi masyarakat dari pencari kerja menjadi tenaga kerja yang kompeten. "Program pelatihan vokasi ini kami posisikan sebagai jalur cepat bagi individu untuk segera siap terjun ke dunia kerja. Dalam rentang waktu yang relatif singkat, peserta tidak hanya akan dibekali dengan pemahaman teoritis, tetapi yang terpenting adalah penguasaan keterampilan praktis yang memang sangat dibutuhkan di lapangan," ujar Yassierli dalam keterangan resminya, Minggu (31/5/2026), seperti dilansir oleh 55tv.co.id.

Pelaksanaan Batch 2 ini juga mengusung misi pemerataan akses pelatihan. Kemnaker berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat di berbagai wilayah, memastikan bahwa kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri tidak hanya terpusat di area tertentu. Ini adalah langkah konkret dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus menjawab tantangan kesenjangan keterampilan yang kerap menjadi hambatan dalam penyerapan tenaga kerja.
Untuk menjamin kualitas lulusan yang mumpuni, setiap program pelatihan didukung penuh dengan fasilitas modern dan relevan. Para peserta akan dibimbing langsung oleh instruktur yang memiliki rekam jejak dan kompetensi tinggi di bidangnya masing-masing. Lebih lanjut, keberhasilan dalam menyelesaikan pelatihan akan diganjar dengan dua jenis sertifikasi penting: Sertifikat Pelatihan dari Kemnaker dan Sertifikat Kompetensi yang diakui secara nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kedua sertifikat ini menjadi validasi kuat atas kapabilitas peserta, meningkatkan nilai jual mereka di pasar tenaga kerja, dan membuka gerbang menuju peluang karier yang lebih luas dan menjanjikan. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas nasional dan penyerapan tenaga kerja yang signifikan, berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi bangsa.
Editor: Akbar soaks




Tinggalkan komentar