55 NEWS – Rencana ambisius pemerintah untuk mengkonsolidasikan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor karya melalui skema merger, yang semula ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini, kini dipastikan harus mundur. Kepala Badan Pengatur BUMN, Dony Oskaria, mengumumkan bahwa proses peleburan raksasa konstruksi pelat merah tersebut resmi ditunda hingga kuartal keempat tahun 2026. Penundaan ini disebabkan oleh masih banyaknya agenda restrukturisasi fundamental yang perlu diselesaikan di beberapa entitas BUMN karya.

Related Post
Dony menjelaskan, penundaan ini krusial untuk memastikan fondasi yang kuat sebelum merger dilaksanakan. "Yang tertunda itu di BUMN Karya, awalnya kan Juni ya. Kemungkinan nanti akan digeser menjadi di kuartal keempat [2026]. Karena masih banyak restrukturisasi yang harus diselesaikan," ungkap Dony saat ditemui di Kompleks DPR RI pada Senin (8/6/2026). Meskipun ada penundaan, Dony tetap optimis bahwa target konsolidasi ini dapat terealisasi pada akhir tahun 2026.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Aminuddin Ma’ruf, juga sempat menyinggung kompleksitas proses ini. Ia menyatakan bahwa BP BUMN tengah berkolaborasi erat dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mengkaji berbagai opsi, mulai dari holdingisasi, pembubaran, merger, hingga pembentukan BUMN baru. Kajian ini mencakup secara spesifik nasib perusahaan-perusahaan di sektor konstruksi. "Memang proses merger, holdingisasi, pembubaran, hingga pembentukan BUMN itu ada di kami tepatnya (BP BUMN). Sedang kami kaji bagaimana merger kelompok BUMN Karya," jelas Aminuddin dalam kesempatan terpisah di Jakarta, 19/11/2025.
Adapun BUMN Karya yang menjadi target utama dalam skema peleburan ini meliputi PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP).
Kementerian BUMN telah menyusun cetak biru (blueprint) skema merger yang cukup jelas. Dalam rencana tersebut, PT Waskita Karya akan diintegrasikan ke dalam PT Hutama Karya. Sementara itu, PT Nindya Karya dan PT Brantas Abipraya direncanakan akan bergabung ke PT Adhi Karya. Terakhir, PT Wijaya Karya (WIKA) akan dileburkan ke dalam PT Pembangunan Perumahan (PTPP). Konsolidasi ini diharapkan dapat menciptakan entitas BUMN Karya yang lebih efisien, kuat, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional maupun global, meskipun jalan menuju ke sana masih memerlukan penyelesaian sejumlah pekerjaan rumah yang mendalam.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar