Guncangan Ekonomi Juni: Harga BBM Nonsubsidi Pertamina dan BP Meroket Tajam, Siap-siap Kantong Anda Terkuras Habis?

Guncangan Ekonomi Juni: Harga BBM Nonsubsidi Pertamina dan BP Meroket Tajam, Siap-siap Kantong Anda Terkuras Habis?

55 NEWS – Kabar mengejutkan datang dari sektor energi nasional pada Selasa, 23 Juni 2026. Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi dari dua operator besar, Pertamina dan BP, terpantau mengalami kenaikan signifikan. Penyesuaian harga ini, yang telah berlaku sejak awal Juni untuk beberapa jenis, berpotensi memberikan tekanan baru bagi anggaran rumah tangga dan biaya operasional bisnis di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

COLLABMEDIANET

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Patra Niaga, telah lebih dulu melakukan penyesuaian harga untuk BBM jenis Pertamax dan Pertamax Green. Kenaikan ini efektif berlaku sejak Rabu, 10 Juni 2026. Pertamax kini dibanderol Rp16.250 per liter, melonjak Rp3.950 dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. Sementara itu, Pertamax Green juga mengalami kenaikan substansial sebesar Rp4.100, dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Guncangan Ekonomi Juni: Harga BBM Nonsubsidi Pertamina dan BP Meroket Tajam, Siap-siap Kantong Anda Terkuras Habis?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Roberth MV Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa keputusan penyesuaian harga ini merupakan hasil evaluasi komprehensif yang berlandaskan pada formula harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Pernyataan ini menegaskan bahwa langkah korporasi sejalan dengan regulasi yang berlaku, merespons fluktuasi harga minyak mentah global dan nilai tukar mata uang.

Tidak hanya Pertamina, operator SPBU BP juga turut menyesuaikan harga jual produk BBM-nya. Harga BP 92 kini naik dari Rp12.390 menjadi Rp16.670 per liter. Senada, BBM jenis BP Ultimate juga mengalami kenaikan, dari Rp12.930 per liter menjadi Rp17.240 per liter. Kenaikan ini menambah daftar panjang produk BBM nonsubsidi yang mengalami lonjakan harga di bulan Juni, memberikan gambaran umum tentang tren pasar energi domestik.

Di sisi lain, kondisi berbeda terlihat pada SPBU Shell. Harga BBM Shell V-Power Diesel terpantau masih stabil di angka Rp24.490 per liter, tanpa perubahan sejak 1 Juni 2026. Sementara itu, SPBU Vivo belum merilis pembaruan harga BBM terbaru untuk periode Juni 2026, menyisakan tanda tanya terkait potensi pergerakan harganya di kemudian hari.

Lonjakan harga BBM nonsubsidi ini, terutama dengan besaran yang cukup signifikan, tentu akan memiliki implikasi luas bagi perekonomian. Bagi konsumen, ini berarti peningkatan biaya transportasi dan potensi penurunan daya beli, yang dapat mempengaruhi pola konsumsi rumah tangga. Untuk sektor industri dan logistik, kenaikan harga BBM akan berdampak langsung pada biaya operasional, yang pada akhirnya dapat memicu penyesuaian harga barang dan jasa lainnya, berpotensi mendorong inflasi. Para analis ekonomi memandang fenomena ini sebagai indikator dinamika pasar minyak global serta kebijakan penyesuaian harga di tingkat domestik yang perlu dicermati dampaknya terhadap stabilitas ekonomi makro. Dengan demikian, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan dapat mengantisipasi dampak dari penyesuaian harga BBM ini, mengingat pergerakan harga komoditas vital ini selalu menjadi barometer penting dalam perekonomian.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar