55 NEWS – Di tengah gejolak pasar komoditas global dan lonjakan biaya produksi yang tak terhindarkan, pemerintah secara tegas memutuskan untuk mempertahankan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di angka Rp15.700 per liter. Langkah strategis ini, yang diumumkan baru-baru ini, menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan daya beli masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih terasa.

Related Post
Keputusan krusial ini diambil dengan mempertimbangkan prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, yakni memastikan ketersediaan minyak goreng yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Muhammad Qodari, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, dalam keterangan resminya kepada 55tv.co.id pada Selasa (23/6/2026).

"Pemerintah telah menyatakan komitmennya untuk mempertahankan HET Minyakita di angka Rp15.700 per liter, meskipun biaya produksi meningkat signifikan akibat kenaikan harga minyak sawit dunia. Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah bagaimana masyarakat Indonesia dapat mengakses minyak goreng dengan harga yang wajar dan terjangkau," tegas Qodari, menggarisbawahi filosofi di balik kebijakan tersebut.
Qodari lebih lanjut menguraikan bahwa pemerintah sangat memahami dinamika dan tantangan ekonomi yang kini dihadapi masyarakat, khususnya segmen rentan. Oleh karena itu, stabilitas harga Minyakita dianggap krusial sebagai salah satu penopang utama kebutuhan rumah tangga. "Kami mendengar, melihat, dan merasakan langsung beban ekonomi yang ditanggung masyarakat saat ini. Keputusan untuk tidak menaikkan harga Minyakita adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat," imbuhnya.
Langkah ini, menurut Qodari, bukan sekadar menjaga harga, melainkan juga mencerminkan prioritas pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat secara menyeluruh. Selain aspek harga, pemerintah juga berfokus pada jaminan ketersediaan pasokan Minyakita di pasar. "Distribusi Minyakita akan terus difokuskan pada pasar rakyat. Kami berkomitmen untuk memperkuat pengawasan distribusi dan meningkatkan efisiensi tata niaga agar Minyakita benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan dengan harga yang ditetapkan," pungkas Qodari, menegaskan upaya holistik pemerintah dalam mengelola komoditas vital ini.
Editor: Akbar soaks










Tinggalkan komentar