Geger IHSG Ambruk Puluhan Persen Siapa Dalangnya

Geger IHSG Ambruk Puluhan Persen Siapa Dalangnya

55tv.co.id – Pasar modal Indonesia menghadapi periode kelam di paruh pertama tahun 2026. Indeks Harga Saham Gabungan IHSG dilaporkan terjun bebas hingga 34,74 persen sepanjang enam bulan pertama. Khusus di bulan Juni 2026, indeks acuan ini mengakhiri perdagangan di level 5.643,19, merosot 7,9 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini diperparah dengan aksi jual bersih investor asing yang mencapai angka fantastis Rp19,63 triliun.

COLLABMEDIANET

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan OJK Hasan Fawzi menjelaskan bahwa gejolak ini merupakan akumulasi dari berbagai faktor. Menurutnya dinamika pasar global yang terus bergejolak sentimen negatif investor terhadap kondisi serta kebijakan domestik dan penyesuaian portofolio investasi menjadi pemicu utama kemerosotan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Hasan dalam konferensi pers RDKB OJK secara virtual pada Selasa 7 Juli 2026.

Geger IHSG Ambruk Puluhan Persen Siapa Dalangnya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Meski demikian di tengah tekanan yang masif OJK menyuarakan nada optimisme. Hasan Fawzi mencatat bahwa intensitas tekanan di bursa saham mulai menunjukkan tanda-tanda mereda sejak awal Juli 2026. OJK menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi pergerakan pasar secara ketat demi menjaga stabilitas bursa di tengah tingginya dinamika ekonomi makro.

OJK juga memastikan bahwa aspek likuiditas di pasar modal domestik masih berada dalam kondisi aman dan terkendali. Indikator Rata-rata Nilai Transaksi Harian RNTH di pasar saham pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp22,23 triliun. Angka ini hanya terkoreksi tipis jika dibandingkan dengan capaian Mei 2026 yang sebesar Rp22,86 triliun menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan tetap solid.

Namun pergerakan modal internasional menunjukkan pola yang bervariasi antara pasar ekuitas dan pasar surat utang. Di sektor saham pemodal asing masih aktif melepas kepemilikan mereka dengan mencatatkan penjualan bersih senilai Rp19,63 triliun sepanjang Juni 2026. Ini menjadi salah satu tantangan besar yang harus diatasi untuk mengembalikan kepercayaan investor.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar