55tv.co.id – Menteri Koperasi Ferry Juliantono akhirnya angkat bicara menanggapi sorotan publik terhadap Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai Jakarta Selatan. Koperasi tersebut menjadi perbincangan hangat setelah laporan menunjukkan hanya meraup keuntungan sekitar Rp78 ribu dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Related Post
Ferry Juliantono menegaskan bahwa model bisnis Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai tidak bisa disamakan dengan koperasi desa pada umumnya. Ia menjelaskan, koperasi di kawasan perkotaan seperti Jakarta memiliki dinamika dan kelayakan usaha yang sangat berbeda. "Itu memang Koperasi Kelurahan Merah Putih di Melawai yang itu didirikan secara mandiri oleh pengurus, dan memang kami belum masuk ke kelurahan, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta," ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu 15 Juli 2026.

Menurut Menkop perbedaan mendasar ini menuntut pendekatan yang tidak serupa. Koperasi di perkotaan memerlukan studi kelayakan dan strategi bisnis yang jauh berbeda dengan yang diterapkan pada koperasi di pedesaan atau kelurahan non-metropolitan. "Karena itu tentu akan berkaitan dengan model bisnis dan feasibility study yang sangat bisa jadi berbeda sama sekali dengan model bisnis dan feasibility study yang ada di koperasi-koperasi yang berkarakter desa dan kelurahan yang di tidak di kota besar gitu sehingga memang ada perbedaan," tambahnya.
Menyadari tantangan unik ini Kementerian Koperasi saat ini tengah merancang sebuah prototipe khusus. Prototipe ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi pengembangan Koperasi Kelurahan Merah Putih di kota-kota besar agar lebih relevan dengan potensi ekonomi dan kondisi masyarakat urban. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan koperasi perkotaan yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan di masa mendatang.










Tinggalkan komentar