55tv.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia baru-baru ini menjamin bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar area Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela akan menerima "ganti untung" yang signifikan. Kepastian ini disampaikan Bahlil dalam acara peletakan batu pertama Proyek Masela di Kabupaten Tanimbar, Maluku.

Related Post
Bahlil mengakui bahwa pembangunan pabrik LNG Abadi Masela memang memanfaatkan lahan yang masuk dalam kawasan hutan. Area tersebut selama ini juga dihuni dan digunakan oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, skema ganti untung ini menjadi bentuk kompensasi dari negara, menyusul masuknya investasi asing berskala besar.

"Saya telah mengambil kebijakan, yang tentu akan kami laporkan dan mohon arahan Bapak Presiden, agar mereka diberikan ganti untung, bukan sekadar ganti rugi, untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya," tegas Bahlil, menekankan perbedaan antara ganti rugi yang hanya mengembalikan kondisi awal dengan ganti untung yang memberikan nilai lebih.
Pemberian kompensasi ini diharapkan mampu mendongkrak roda perekonomian lokal, khususnya bagi warga yang terdampak langsung oleh pembangunan. Lebih lanjut, penyerapan tenaga kerja juga akan diprioritaskan bagi putra-putri asli daerah, baik untuk posisi pekerja konstruksi maupun tenaga teknis.
"Kami berkeyakinan bahwa masuknya investasi itu penting, namun jauh lebih esensial adalah bagaimana investasi tersebut mampu memberikan kontribusi optimal bagi kemakmuran masyarakat di wilayah proyek, serta bagi kemajuan bangsa dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," pungkas Bahlil.










Tinggalkan komentar