55tv.co.id – PT Pupuk Kalimantan Timur atau Pupuk Kaltim kini tengah menggenjot perubahan besar pada terminal khusus mereka. Perusahaan raksasa pupuk ini menerapkan konsep Pelabuhan Hijau dan Pelabuhan Cerdas, sebuah langkah strategis untuk mendongkrak efisiensi logistik, berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, sekaligus memperkuat pasokan pupuk demi ketahanan pangan nasional.

Related Post
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengungkapkan bahwa penghargaan Green and Smart Port-ASRI 2026 menjadi bukti nyata keberhasilan transformasi yang telah dijalankan beberapa tahun terakhir. Tata kelola pelabuhan kini tak hanya efisien dalam operasional, namun juga sangat bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Rafli menegaskan bahwa daya saing industri modern tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, melainkan juga kemampuan mengelola operasional secara bertanggung jawab melalui prinsip Lingkungan Sosial dan Tata Kelola atau ESG.

Sejak tahun 2018, pengembangan pelabuhan di Terminal Khusus Pupuk Kaltim telah mengadopsi konsep Pelabuhan Hijau. Berbagai inisiatif strategis telah diluncurkan untuk mendukung transisi energi dan menekan dampak lingkungan dari aktivitas pelabuhan. Salah satu fokus utamanya adalah pemanfaatan energi terbarukan di area terminal serta pengembangan ekosistem energi bersih di seluruh kawasan perusahaan. Pupuk Kaltim juga aktif memperkuat pengelolaan lingkungan melalui program konservasi dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Saat ini, Pupuk Kaltim giat mengembangkan area konservasi rusa sambar, menjalankan program pelestarian terumbu karang, dan menjaga keberadaan flora endemik Anggrek Hitam yang menjadi ikon konservasi perusahaan. Kawasan operasional pelabuhan juga dilengkapi dengan ruang terbuka hijau yang luas, menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mendukung keseimbangan ekosistem di sekitar area industri. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Aman Sehat Resik dan Indah ASRI yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto, guna memperkuat daya saing logistik nasional khususnya di sektor pangan.
Lebih lanjut Rafli menjelaskan, keberhasilan Pelabuhan Hijau harus selaras dengan transformasi digital untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat transparan dan andal. Untuk itu, Pupuk Kaltim turut mengembangkan konsep Pelabuhan Cerdas melalui digitalisasi proses bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi secara menyeluruh. Salah satu inovasinya adalah iPortlog, sebuah aplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan operasional pelabuhan. Melalui aplikasi ini, seluruh proses pelayanan kapal dapat dipantau secara waktu nyata, mulai dari aktivitas bongkar muat, pemanfaatan fasilitas pelabuhan, hingga berbagai indikator kinerja operasional dan pengapalan.
Dashboard monitoring yang terintegrasi memungkinkan manajemen memperoleh data operasional secara cepat dan akurat, sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih efektif. Ini juga meningkatkan koordinasi antar unit kerja secara signifikan. Rafli menegaskan bahwa melalui integrasi sistem seperti iPortlog, Pupuk Kaltim mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, mempercepat proses bisnis, sekaligus memastikan seluruh aktivitas operasional berlangsung dengan lebih transparan.










Tinggalkan komentar