55tv.co.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan perang total terhadap praktik mafia beras fortifikasi. Dalam waktu singkat, satu hingga dua pekan ke depan, ia berjanji akan menumpas tuntas jaringan yang merugikan masyarakat ini. Penindakan tegas ini merupakan instruksi langsung dari Presiden.

Related Post
Investigasi awal yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian mengungkap modus operandi licik. Beras biasa dijualbelikan seolah-olah beras fortifikasi dengan harga fantastis, mencapai Rp42.000 per kilogram. Padahal, beras fortifikasi seharusnya diperkaya dengan vitamin dan mineral esensial, bertujuan meningkatkan asupan gizi publik.

Amran mengecam keras tindakan ini, menyebutnya sebagai kejahatan yang tidak hanya melanggar etika perdagangan, tetapi juga merampas hak-hak dasar konsumen. Selisih harga yang mencapai Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram dari beras biasa yang disulap menjadi "beras fortifikasi" dianggap sebagai tindakan tidak manusiawi yang sangat merugikan rakyat.
Untuk membongkar tuntas praktik curang ini, pemerintah telah mengumpulkan sampel beras dari berbagai wilayah di Indonesia. Hasil uji laboratorium dari sampel-sampel tersebut akan menjadi fondasi kuat bagi penegakan hukum, memastikan para pelaku yang terbukti bersalah menerima sanksi setimpal.










Tinggalkan komentar