55tv.co.id – Kabar gembira datang dari sektor keuangan nasional. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan atau SNLIK 2026 menunjukkan lonjakan signifikan pada pemahaman serta pemanfaatan layanan finansial oleh masyarakat Indonesia. Angka-angka terbaru ini menjadi cerminan nyata bahwa warga kian cakap dalam mengakses dan mengoptimalkan berbagai lembaga jasa keuangan demi menunjang produktivitas dan kesejahteraan hidup mereka.

Related Post
Potret literasi finansial di tanah air terus membaik. Badan Pusat Statistik BPS mencatat tren positif ini tak lepas dari meratanya penetrasi layanan keuangan baik konvensional maupun syariah di berbagai penjuru wilayah.

"Berdasarkan hasil SNLIK tahun 2026 diperoleh bahwa indeks literasi keuangan tahun 2026 adalah sebesar 6957 persen yang artinya sekitar 70 dari 100 penduduk di Indonesia umur 15 sampai dengan 79 tahun telah memenuhi kriteria well literate" terang Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam sebuah konferensi pers di kantor BPS Jakarta Senin 10 Agustus 2026.
Capaian angka ini menandai peningkatan sebesar 293 persen poin dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencatatkan 6664 persen. Jika dirinci literasi keuangan konvensional masih mendominasi dengan angka 6957 persen tumbuh sekitar 293 persen basis poin dari tahun sebelumnya sementara literasi syariah berada di level 4307 persen.
Secara geografis meskipun tingkat pemahaman finansial di area perkotaan masih lebih tinggi dan tumbuh 154 persen poin akselerasi luar biasa justru terjadi di pedesaan yang melesat 455 persen basis poin. Dari sisi gender indeks literasi antara pria dan wanita kini semakin seimbang berkat peningkatan yang merata di kedua kelompok.
Amalia menambahkan untuk pertama kalinya dalam sejarah SNLIK pemetaan tingkat provinsi berhasil disajikan. Provinsi DKI Jakarta tampil sebagai yang terdepan dalam kemelekan keuangan nasional dengan indeks mencapai 8501 persen diikuti Kalimantan Selatan 7969 persen dan Bali 7947 persen.










Tinggalkan komentar