55tv.co.id – Angka utang pemerintah Indonesia kini telah menembus level fantastis di atas Rp10.000 triliun memicu pertanyaan besar tentang bagaimana negara akan melunasi beban finansial sebesar itu. Namun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimis dan telah menyiapkan strategi jitu untuk mengatasi tumpukan utang yang terus membengkak.

Related Post
Data terkini menunjukkan bahwa per akhir Juni 2026 total utang pemerintah mencapai Rp10.293 triliun. Jumlah ini setara dengan 4126 persen dari Produk Domestik Bruto PDB Indonesia sebuah rasio yang perlu dicermati. Kenaikan signifikan tercatat sebesar Rp37327 triliun dari posisi Maret 2026 yang kala itu Rp9.920 triliun.

Mayoritas utang ini berasal dari Surat Berharga Negara SBN yang mencapai Rp8.96679 triliun atau sekitar 871 persen. Sisanya sebesar Rp1.32690 triliun merupakan pinjaman langsung yang berkontribusi sekitar 129 persen dari total utang.
Menyikapi kondisi ini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu 12 Agustus 2026 membeberkan beberapa langkah strategis. Fokus utama adalah membatasi defisit anggaran agar tidak terlalu tinggi. Selain itu pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan negara bukan dengan menaikkan tarif pajak melainkan dengan memperbaiki efektivitas sistem pengumpulannya.
"Strategi kami jelas kami akan membatasi defisit agar tidak membengkak. Kami juga akan mengefektifkan pengumpulan pajak bukan dengan menaikkan pajak tetapi dengan membersihkan dan memperbaiki cara kerja sistem kami seperti melalui coretax" tegas Purbaya.
Tak hanya itu pemerintah juga akan memaksimalkan potensi penerimaan bukan pajak. Salah satu caranya adalah dengan mengoptimalkan dividen dari Badan Usaha Milik Negara BUMN. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjadi jurus ampuh untuk menjaga keberlanjutan fiskal negara di tengah tantangan utang yang semakin besar.










Tinggalkan komentar