55tv.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru-baru ini mengungkap sebuah fenomena mengejutkan yang tengah melanda lanskap ekonomi digital Indonesia. Transaksi di sektor video commerce dilaporkan telah melonjak hampir 90 persen, menembus angka fantastis 2,6 miliar transaksi. Lonjakan luar biasa ini tidak hanya menjadi indikator vital, tetapi juga tulang punggung utama yang mendorong laju perkembangan ekonomi digital Tanah Air.

Related Post
Airlangga menjelaskan bahwa ekosistem ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan mencapai nilai sekitar 100 miliar dolar AS pada tahun 2025. Dalam skenario ini, video commerce tampil sebagai andalan pasar yang tak terbantahkan. Konsep "jualan pakai video tetapi pelanggannya online" ini telah merevolusi cara berdagang, membuka pintu bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen secara lebih interaktif dan personal.

Dari sekitar 800.000 pedagang daring yang ada, sebagian besar kini aktif mengoptimalkan platform video commerce. Model bisnis ini tidak hanya menguntungkan penjual online, tetapi juga memberikan kesempatan emas bagi pedagang luring untuk memperluas jangkauan pasar mereka melalui siaran langsung dan konten video. "Sering kita saksikan di toko-toko fisik, para pedagang kini aktif berjualan dengan kamera langsung mereka," ujar Airlangga, menggambarkan adaptasi cepat para pelaku usaha.
Pesatnya pertumbuhan video commerce ini tak lepas dari dukungan masif jumlah pengguna media sosial di Indonesia. Data menunjukkan bahwa lebih dari 180 juta penduduk aktif berselancar di berbagai platform media sosial, dengan angka pertumbuhan mencapai sekitar 26 persen setiap tahun. Basis pengguna yang kolosal ini menjadi lahan subur bagi ekspansi video commerce.
Lebih lanjut, Airlangga menyoroti peran krusial teknologi dalam mendorong evolusi e-commerce. Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) disebutnya sebagai elemen esensial, terutama dalam mengoptimalkan algoritma untuk menyajikan produk yang sangat personal bagi setiap konsumen. "Momentum adaptasi teknologi yang luar biasa ini adalah peluang emas bagi industri dan UMKM lokal untuk bertransformasi menuju ekonomi digital yang lebih inklusif," pungkasnya, menandaskan pentingnya inovasi dalam menghadapi era baru perdagangan ini.








Tinggalkan komentar