55tv.co.id – Kekhawatiran publik atas harga daging ayam yang meroket di berbagai daerah akhirnya ditanggapi langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso atau akrab disapa Busan. Meskipun sejumlah wilayah melaporkan kenaikan harga signifikan hingga menyentuh Rp55.000 per kilogram, Busan menegaskan bahwa secara nasional, harga komoditas unggas ini masih dalam batas yang terkendali. Pernyataan ini disampaikan saat ditemui di Kementerian Perdagangan Jakarta Pusat.

Related Post
Busan membeberkan data terkini bahwa rata-rata harga daging ayam secara nasional berada di angka Rp41.000 per kilogram, sementara telur ayam di kisaran Rp26.000 per kilogram. Ia mengakui adanya disparitas harga antar daerah, namun pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga. Tujuannya jelas, agar harga tidak terlalu rendah yang bisa mematikan peternak, maupun terlalu tinggi yang memberatkan konsumen.

Menteri Busan menjelaskan betapa krusialnya menjaga harga agar tetap ideal. Ia menyoroti pengalaman pahit di masa lalu, ketika harga ayam jatuh bebas di beberapa daerah seperti Yogyakarta dan Solo. Kala itu, peternak terpaksa melepas ayam mereka secara cuma-cuma karena harga jual jauh di bawah biaya produksi, terutama untuk pakan. Kondisi ini membuat mereka tercekik dan terancam gulung tikar.
Penetapan Harga Eceran Tertinggi HET atau harga acuan, menurut Busan, merupakan hasil pertimbangan matang antara biaya produksi serta kepentingan produsen dan konsumen. Ia berharap harga ayam yang kini di angka Rp41.000 per kilogram dapat ditekan sedikit menjadi maksimal Rp40.000. Sementara untuk telur, harga ideal yang ditargetkan berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, dengan komitmen untuk menekan jika melampaui batas tersebut. Pemerintah berjanji akan terus berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan untuk mencapai keseimbangan harga yang adil bagi semua pihak.










Tinggalkan komentar