55tv.co.id – Harga perangkat elektronik pintar belakangan ini melonjak drastis membebani kantong konsumen. Kenaikan ini terutama dipicu oleh meroketnya biaya komponen utama seperti chipset. Digiplus peritel multibrand gadget di bawah naungan PT Mitra Adiperkasa Tbk MAPI mencatat lonjakan harga produk bisa mencapai 30 hingga 50 persen. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga awal tahun 2027.

Related Post
Erwin Renehan Head of Operations Digiplus mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini telah terasa sejak akhir tahun sebelumnya. "Rata-rata kenaikannya lumayan tinggi 30-50 persen" ujar Erwin di Jakarta pada Jumat 28 Agustus 2026. Situasi ini tentu menjadi ujian berat bagi industri ritel gadget terutama di tengah kondisi daya beli masyarakat yang masih cenderung menahan diri.

Meski demikian Digiplus melihat peluang cerah di balik tantangan ini. Kebutuhan akan ponsel pintar kini semakin mendesak dan tak terhindarkan. Perangkat ini telah bertransformasi dari sekadar barang pelengkap menjadi bagian krusial dalam rutinitas harian masyarakat.
Ponsel pintar tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Kini ia menjadi jembatan untuk berbagai transaksi pembayaran identitas digital hingga menunjang beragam kebutuhan produktivitas. Transformasi ini menjadikan smartphone sebagai perangkat esensial yang sulit dipisahkan dari kehidupan modern.










Tinggalkan komentar