Pipa Ajaib Ubah Sawah Kering Panen Tiga Kali

Pipa Ajaib Ubah Sawah Kering Panen Tiga Kali

55tv.co.id – Sebuah terobosan mengejutkan datang dari Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur mengubah nasib petani. Berkat sentuhan teknologi perpipaan canggih lahan pertanian yang semula hanya mampu panen sekali setahun kini bisa menghasilkan hingga tiga kali lipat.

COLLABMEDIANET

Kepiawaian Pertamina Gas atau Pertagas dalam mengelola jaringan pipa energi kini dialihkan untuk mengatasi tantangan irigasi di Desa Ganggangpanjang Kecamatan Tanggulangin. Mereka mengganti saluran air berbahan terpal yang mudah rusak dan bocor dengan pipa PVC AW berdiameter 6 inci sepanjang 600 meter. Sistem baru ini dirancang dengan pendekatan Pipe Engineering berbasis Hydraulic Grade Line HGL yang presisi guna menyelaraskan perbedaan ketinggian dan menjamin distribusi air yang maksimal ke sekitar 16 hektare sawah.

Pipa Ajaib Ubah Sawah Kering Panen Tiga Kali
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dampak inovasi ini sungguh luar biasa. Petani yang sebelumnya hanya bisa menanam dan memanen satu kali dalam setahun kini berpeluang besar untuk panen hingga tiga kali. Pola tanam pun berubah menjadi dua kali padi dan satu kali palawija. Ini membuktikan bagaimana keahlian inti sebuah perusahaan dapat diadaptasi untuk memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat di luar lingkup bisnis utamanya.

Menurut Adhelia Hasri Miracahyani Officer External Relation East Region II Pertagas penerapan teknologi perpipaan ini disesuaikan secara cermat dengan kondisi geografis dan kebutuhan spesifik para petani. Kami melakukan perhitungan detail perbedaan ketinggian dari titik sumber air hingga ke ujung jaringan agar air dapat terdistribusi secara merata dan optimal setelah didorong pompa ujarnya.

Sebelum program revolusioner ini petani mengandalkan jaringan irigasi berbahan terpal. Saluran tersebut seringkali mengalami kebocoran akibat gesekan dan faktor lainnya sehingga aliran air tidak pernah maksimal. Kondisi ini menjadi hambatan serius bagi petani untuk mengembangkan pola tanam mereka. Bahkan sebagian lahan tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya karena keterbatasan pasokan air. Masalah inilah yang kemudian terungkap saat tim Pertagas melakukan pemantauan di lapangan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar