55tv.co.id – Sebuah angin segar kini berhembus kencang bagi para buruh tani di seluruh pelosok negeri. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman baru saja menggebrak dengan kebijakan revolusioner yang membuka pintu akses bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi mereka yang selama ini terpinggirkan: para buruh tani tanpa lahan. Langkah ini menandai era baru pemerataan modernisasi pertanian di Indonesia.

Related Post
Kini, para pekerja pertanian yang selama ini hanya menggarap lahan milik orang lain, memiliki kesempatan emas. Mereka dapat membentuk kelompok tani dan mengajukan permohonan bantuan alsintan. Kebijakan ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan mereka secara signifikan.

Amran menegaskan bahwa perubahan regulasi ini adalah jawaban atas ketidakadilan yang selama ini dialami buruh tani. "Saudara-saudara kita itu tidak mendapatkan bantuan alat mesin pertanian karena tidak punya akses. Regulasi kami ubah, sudah kami tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya kepada buruh tani yang tidak punya sawah, supaya kesejahteraannya meningkat," ungkap Amran saat kunjungannya di Karawang Jawa Barat Senin 31 Agustus 2026.
Menteri Pertanian menjelaskan bahwa keputusan merombak aturan ini lahir dari pengamatan langsungnya di lapangan. Ia menyaksikan sendiri bagaimana buruh tani kerap hidup dalam keterbatasan, dengan penghasilan harian yang minim, sekitar Rp30 ribu, dan kesempatan kerja yang hanya dua hingga tiga kali dalam sepekan. Kondisi ini, menurut Amran, harus segera diubah.
Padahal, buruh tani adalah ujung tombak dalam proses produksi pangan nasional. Namun, ironisnya, mereka seringkali tidak memiliki sarana produksi sendiri. Dengan kebijakan baru ini, Kementan berharap dapat memberdayakan mereka, memberikan alat yang dibutuhkan, dan pada akhirnya mengangkat harkat serta taraf hidup para pahlawan pangan Indonesia.










Tinggalkan komentar