55tv.co.id – Indonesia kini tak lagi puas hanya mengekspor bahan mentah Sebuah revolusi senyap sedang terjadi di sektor pertambangan mineral strategis Fokus utama bergeser dari sekadar mengeruk dan menjual menuju penciptaan nilai tambah yang signifikan Tujuannya jelas memenuhi kebutuhan industri domestik sekaligus memperkuat ekonomi bangsa

Related Post
Tembaga si logam merah yang sering luput dari perhatian ternyata memegang kunci vital bagi kemajuan industri nasional Dari urat nadi kelistrikan jantung elektronik hingga motor penggerak kendaraan listrik dan energi terbarukan tembaga tak tergantikan Permintaan global diproyeksikan meroket seiring gelombang elektrifikasi dan transisi energi Tak heran menguasai sumber daya dan rantai pasok tembaga menjadi pilar utama ketahanan mineral suatu negara

Di Tanah Air kepemilikan saham mayoritas MIND ID di PT Freeport Indonesia PTFI adalah bukti nyata komitmen ini Langkah strategis ini bukan hanya tentang kontrol melainkan juga tentang memaksimalkan keuntungan ekonomi dari kekayaan tambang yang selama ini banyak dinikmati pihak asing Kini manfaatnya harus dirasakan sepenuhnya oleh rakyat Indonesia
Terobosan besar datang dari Gresik Jawa Timur Di sana PTFI membangun Precious Metal Refinery PMR sebuah fasilitas canggih yang mengubah produk sampingan pengolahan konsentrat tembaga atau anode slime menjadi harta karun Ya Anda tidak salah dengar PMR mampu memproduksi sekitar 50 ton emas dan 200 ton perak setiap tahun Ini berarti dari tembaga yang ditambang Indonesia kini juga memanen logam mulia bernilai fantastis
Bukan sekadar janji Pemanfaatan hasil produksi PMR untuk pasar domestik sudah terwujud Pada Februari 2025 PTFI mengirimkan 125 kilogram emas batangan murni berkadar 9999 persen kepada PT Aneka Tambang Tbk ANTAM Transaksi ini bukan main-main nilainya mencapai sekitar Rp207 miliar sebuah angka yang menunjukkan betapa besar potensi ekonomi dari strategi hilirisasi mineral ini








Tinggalkan komentar