55tv.co.id – PT Kalbe Farma Tbk KLBF sedang mengkaji ulang secara menyeluruh alokasi belanja modal atau Capex tahun anggaran 2026 yang semula direncanakan mencapai Rp1 triliun. Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang menciptakan ketidakpastian dan mengganggu jaringan pasokan material dasar farmasi serta pengemasan.

Related Post
Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy menjelaskan bahwa fluktuasi ketersediaan bahan mentah di pasar global telah mendorong perseroan untuk memfokuskan prioritas utama manajemen pada pengelolaan modal kerja. "Awalnya kami menyiapkan sekitar Rp1 triliun, namun kami kini mengevaluasi kembali sejumlah proyek karena gejolak global pada rantai pasokan bahan baku dan kemasan akibat kondisi geopolitik tahun ini," ungkap Kartika dalam acara Public Expose Live 2026 pada Jumat 11 September 2026.

Meski anggaran investasi sedang ditinjau ulang dengan cermat Kartika menggarisbawahi bahwa sejumlah alokasi modal vital tetap akan direalisasikan. Dana ini akan diarahkan untuk ekspansi kapasitas produksi terutama di segmen farmasi dan produk nutrisi. "Kami akan terus mengalokasikan investasi untuk mendukung pertumbuhan di sektor farmasi nutrisi dan lini bisnis kami lainnya," tambahnya.
Di tengah tantangan tersebut kinerja finansial Kalbe Farma tetap menunjukkan geliat positif. Laporan keuangan per 30 Juni 2026 mencatat pertumbuhan penjualan neto sebesar 14,06 persen secara tahunan menjadi Rp19,47 triliun meningkat signifikan dari Rp17,07 triliun pada semester I 2025. Peningkatan omzet ini didukung kuat oleh performa cemerlang divisi distribusi dan penjualan produk kesehatan.










Tinggalkan komentar