Limbah Organik Mataram Disulap Jadi Emas Baru

Limbah Organik Mataram Disulap Jadi Emas Baru

55tv.co.id – Tumpukan sisa makanan yang selama ini kerap dianggap tak bernilai kini menemukan takdir baru di Kota Mataram. Dari dapur rumah tangga hingga usaha kecil limbah organik yang membanjiri tempat pembuangan sampah kini disulap menjadi sumber penghasilan menjanjikan dan solusi cerdas bagi lingkungan.

COLLABMEDIANET

Di Kecamatan Sekarbela limbah sisa makanan tidak lagi berakhir sia-sia. Melalui fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle atau TPS3R inovasi pengolahan sampah organik digalakkan. Salah satu metode unggulan adalah budidaya maggot Black Soldier Fly BSF yang efektif mengurangi volume sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Bahan baku utama berasal dari residu rumah tangga dan pelaku UMKM di kawasan Pantai Bagek Kembar.

Limbah Organik Mataram Disulap Jadi Emas Baru
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Konsepnya sederhana namun berdampak besar. Sampah yang masuk ke TPS3R tidak langsung dibuang melainkan dipilah secara cermat. Bagian organik kemudian diproses khusus untuk mendukung peternakan maggot. Larva BSF dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam mengurai materi organik sehingga sangat membantu menekan timbulan sampah yang harus dibuang ke TPA. Lebih dari itu hasil budidaya maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan bernutrisi tinggi dan membuka peluang bisnis baru bagi masyarakat pengelola.

Muhammad Ridwan Ketua Kelompok Bale Maggot mengungkapkan transformasi cara pandang masyarakat terhadap limbah. "Melalui pelatihan ini kami belajar bagaimana sampah organik yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan untuk budidaya maggot" ujarnya dalam keterangan resmi. Ia berharap kegiatan ini terus berkembang tidak hanya mengurangi sampah tetapi juga memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi kelompok dan warga sekitar. Menurutnya pengolahan sampah merupakan langkah krusial agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pola kumpul angkut buang yang konvensional.

Senada dengan Ridwan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang menekankan pentingnya perubahan budaya. "Pembangunan TPS3R ini bukan sekadar menyediakan sarana pengelolaan sampah. Lebih dari itu kita berharap fasilitas ini menjadi bagian dari perubahan perilaku dan budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah" kata Martawang. Ia menilai sampah semestinya tidak selalu dipandang sebagai barang tak berguna. Sebagian besar limbah terutama yang masih memiliki nilai guna dapat dikelola menjadi sumber daya berharga. "Bantuan yang paling berarti adalah bantuan yang menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang" pungkasnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar