55tv.co.id – Istana Negara akhirnya angkat bicara menanggapi spekulasi seputar pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan. Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto dengan tegas membantah bahwa keputusan tersebut terkait dengan langkah Purbaya merombak ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Menurut Istana, pergantian posisi menteri adalah hal yang lumrah dan tidak ada yang istimewa.

Related Post
Pernyataan Bambang ini muncul sebagai respons langsung terhadap klaim Purbaya sebelumnya. Purbaya sempat mengutarakan bahwa pemecatannya oleh Presiden Prabowo Subianto tidak lepas dari kebijakan perombakan besar-besaran yang ia lakukan di internal Kemenkeu. Namun, Bambang Eko menepis anggapan tersebut, menekankan bahwa rotasi kabinet merupakan dinamika biasa dalam pemerintahan. "Itu pengakuan Pak Purbaya ya? Tapi sebetulnya tidak. Tidak ada yang istimewa. Pergantian kapan saja itu sebetulnya Menteri, Wakil Menteri siap diganti," ujar Bambang di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Lebih lanjut, Bambang menegaskan bahwa perubahan susunan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. Ia menyebutkan bahwa proses reshuffle bisa terjadi kapan saja, di mana seorang pejabat dapat diganti dan sosok baru diangkat untuk mengisi posisi tersebut. "Dari Istana, sebetulnya pergantian itu adalah sesuatu yang lumrah saja sebetulnya. Bisa kapan saja. Namanya reshuffle kan bisa saja kapan dicopot, kemudian ada yang diangkat yang baru," tambahnya, memperkuat pandangan bahwa keputusan ini adalah bagian dari kewenangan penuh kepala negara.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa memang sempat mengungkapkan bahwa salah satu alasan di balik pemecatan dirinya dari jabatan Menteri Keuangan adalah perombakan pejabat yang belum lama ia lakukan. Meski demikian, Purbaya juga mengakui bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto sebagai hak prerogatif.










Tinggalkan komentar