55tv.co.id – Kabar miring seputar pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi Menteri Keuangan akhirnya dibantah tegas. Fithra Faisal, Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah, menepis spekulasi yang menyebut pergantian ini akibat kegagalan Purbaya memenuhi ekspektasi Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan, keputusan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kinerja ekonomi yang buruk atau target yang meleset.

Related Post
Fithra bahkan menganalogikan situasi ini dengan kejadian tak terduga di lapangan hijau. "Bayangkan seorang bintang seperti Kylian Mbappe baru saja mencetak dua gol gemilang, namun di tengah perayaan, pelatih sekelas Mourinho tiba-tiba menariknya keluar lapangan," jelas Fithra dalam acara Interupsi pada Kamis 17 September 2026. Ia menambahkan, "Itulah yang terjadi pada Pak Purbaya. Beliau adalah pencetak gol ulung, tidak ada masalah dengan performanya."

Untuk membuktikan bahwa kinerja ekonomi di bawah kepemimpinan Purbaya jauh dari kata bermasalah, Fithra membeberkan serangkaian data makroekonomi yang positif. Menurutnya, laju pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan tren yang sangat menggembirakan.
Pertumbuhan ekonomi kuartal I tercatat impresif di angka 5,61 persen, disusul kuartal II sebesar 5,29 persen. Secara rata-rata semester pertama, pertumbuhan mencapai 5,45 persen, sebuah capaian yang melampaui rata-rata dekade terakhir. Fithra menambahkan, jika merujuk periode 2014-2024 (dengan mengesampingkan masa pandemi), rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5,07 persen. Indikator ini jelas menunjukkan Purbaya telah menorehkan ‘gol-gol’ penting bagi kemajuan ekonomi bangsa.
Di sektor fiskal, Fithra juga memastikan tidak ada kendala fundamental yang berarti. Laporan APBN semester I menunjukkan pendapatan negara mencapai Rp1.459 triliun, melonjak 21,4 persen secara tahunan. Sementara itu, belanja negara tercatat sebesar Rp1.656 triliun, tumbuh 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.








Tinggalkan komentar