55tv.co.id – Fenomena kenaikan harga beras yang terjadi secara masif di berbagai wilayah Indonesia kini tengah menjadi sorotan tajam pemerintah. Di tengah kondisi stok pangan yang diklaim melimpah, harga beras di pasar justru meroket dan ketersediaannya di ritel modern semakin sulit ditemukan. Menanggapi situasi yang kian memprihatinkan ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan pernyataan keras mengenai dugaan keterlibatan mafia pangan di balik ketidakstabilan harga tersebut.

Related Post
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras nasional pada pekan ketiga September tercatat telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP). Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat: mengapa harga terus merangkak naik padahal pasokan seharusnya mencukupi?

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Mentan Amran secara blak-blakan menyebut adanya praktik permainan oknum tidak bertanggung jawab. "Kenapa harga naik padahal stok banyak? Ada mafia. Inilah yang memicu kegaduhan," tegas Amran dengan nada bicara yang lugas.
Salah satu fakta yang paling mengejutkan adalah besarnya kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat akibat praktik curang ini. Amran mengungkapkan bahwa dugaan permainan mafia beras ini telah merugikan rakyat hingga angka fantastis, yakni mencapai Rp90 triliun. Ia memberikan ilustrasi nyata mengenai ketidakadilan harga yang terjadi di lapangan.
Ia mencontohkan adanya praktik di mana beras yang seharusnya dibeli dengan harga Rp13.000 per kilogram, justru dijual kembali ke masyarakat dengan harga mencapai Rp57.000 per kilogram. Menurutnya, selisih harga yang sangat mencolok ini merupakan bentuk penipuan terhadap hak-hak rakyat. "Bayangkan, dari Rp13.000 menjadi Rp57.000. Apakah itu adil? Itu adalah bentuk pengambilan hak rakyat secara paksa," tambahnya.
Menghadapi situasi ini, pemerintah menyatakan tidak akan tinggal diam. Mentan menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menutup ruang gerak para mafia beras di tanah air. Ia memberikan peringatan keras bahwa negara akan berhadapan langsung dengan pihak-pihak yang mencoba mempermainkan kebutuhan pokok rakyat.
Sebagai langkah konkret untuk meredam gejolak harga, pemerintah tengah mengintensifkan berbagai program intervensi pasar. Langkah pertama yang dilakukan adalah melalui operasi pasar secara berkala untuk memastikan ketersediaan barang di tingkat konsumen. Selain itu, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan pangan secara masif kepada sekitar 33,4 juta orang di seluruh pelosok Indonesia.
Tak hanya itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga terus digencarkan untuk menjaga agar harga tetap berada dalam kendali. Dengan kombinasi operasi pasar, bantuan pangan, dan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi, pemerintah optimis harga beras akan segera kembali stabil dan turun dalam waktu dekat. Masyarakat diharapkan tetap tenang sementara pemerintah bekerja keras memberantas praktik mafia yang merugikan ekonomi nasional.










Tinggalkan komentar