IHSG Terjebak di Level Psikologis 6000

IHSG Terjebak di Level Psikologis 6000

55tv.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak dalam rentang yang fluktuatif dan cenderung konsolidasi pada perdagangan hari ini. Para pelaku pasar di bursa efek saat ini tengah berada dalam posisi waspada sembari mencermati arah kebijakan ekonomi nasional pasca adanya perombakan kabinet atau reshuffle menteri yang baru saja terjadi.

COLLABMEDIANET

Ketidakpastian mengenai siapa saja wajah baru di kursi pemerintahan dan bagaimana arah kebijakan ekonomi yang akan diambil menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan indeks. Pasar membutuhkan waktu untuk melakukan penilaian ulang (reassessment) terhadap stabilitas politik dan ekonomi domestik setelah adanya pergantian pejabat penting tersebut.

IHSG Terjebak di Level Psikologis 6000
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kondisi pasar modal dalam negeri tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika politik internal, tetapi juga dihantam oleh tekanan eksternal yang cukup kuat. Nilai tukar rupiah yang masih mengalami tekanan serta fluktuasi harga komoditas energi global turut menambah beban bagi pergerakan IHSG.

Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menjelaskan bahwa fase konsolidasi ini merupakan hal yang wajar karena pasar sedang mencoba mencerna dampak dari perubahan struktur kabinet. Menurutnya, pelemahan indeks yang terjadi belakangan ini tidak boleh dilihat secara parsial hanya sebagai reaksi negatif terhadap menteri baru.

"IHSG sedang berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan volatilitas yang tinggi. Pasar memerlukan waktu untuk melihat bagaimana dampak dari reshuffle kabinet yang cukup signifikan ini terhadap kebijakan ekonomi ke depan. Pelemahan ini merupakan kombinasi kompleks antara ketidakpastian kebijakan, depresiasi rupiah, arus modal asing yang keluar, serta lonjakan harga minyak dunia yang kini mendekati angka US$100 per barel," ujar Hendra dalam keterangannya.

Jika menilik data perdagangan sebelumnya, IHSG sempat mengalami tekanan hebat dengan terkoreksi sebesar 1,02 persen. Indeks sempat menyentuh level psikologis di angka 5.900 sebelum akhirnya mampu bertahan tipis di atas level 6.000 dengan penutupan di posisi 6.009,50.

Selain faktor indeks, pelemahan ini juga dibarengi dengan melemahnya nilai tukar rupiah yang terkoreksi 0,40 persen ke level Rp17.966 per dolar AS. Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing di pasar reguler.

Pada sesi terakhir sebelumnya, pemodal asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp240 miliar. Hal ini membuat akumulasi arus modal keluar (net sell) dari investor nonresiden sepanjang tahun berjalan semakin membengkak, mencapai angka sekitar Rp107,4 triliun. Kombinasi antara tekanan nilai tukar, arus modal keluar, dan ketidakpastian politik membuat investor cenderung mengambil sikap wait and see dalam menghadapi perdagangan hari ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar