Strategi Baru BI Pacu Ekonomi Riil

Strategi Baru BI Pacu Ekonomi Riil

55tv.co.id – Bank Indonesia (BI) secara resmi mengambil langkah strategis untuk memperkuat efektivitas kebijakan moneter di tanah air. Melalui kebijakan terbaru, bank sentral kini memperluas jenis surat berharga yang dapat digunakan sebagai agunan (underlying) dalam pelaksanaan Operasi Moneter. Langkah berani ini melibatkan penyertaan obligasi dan sukuk korporasi dengan kualitas tinggi sebagai instrumen baru dalam mekanisme tersebut.

COLLABMEDIANET

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya besar BI dalam memperkuat pendekatan moneter yang bersifat pro-market. Fokus utamanya adalah menciptakan integrasi yang lebih erat antara kebijakan moneter dengan pengembangan Pasar Uang serta Pasar Valuta Asing (PUVA). Dengan adanya perluasan instrumen ini, diharapkan pasar keuangan Indonesia menjadi lebih dinamis dan mampu merespons kebijakan bank sentral secara lebih cepat dan efisien.

Strategi Baru BI Pacu Ekonomi Riil
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa kunci utama dari keberhasilan kebijakan moneter terletak pada seberapa lancar sinyal kebijakan tersebut tersampaikan melalui pasar keuangan. Ia menekankan bahwa transmisi likuiditas harus bisa dirasakan langsung oleh pelaku ekonomi, baik itu sektor perbankan, dunia usaha, hingga rumah tangga.

"Efektivitas kebijakan moneter sangat bergantung pada transmisi melalui pasar keuangan yang dalam, likuid, dan efisien," ujar Destry dalam keterangannya.

Melalui pendekatan yang lebih berorientasi pada pasar ini, BI tidak hanya berfokus pada pengendalian likuiditas, suku bunga, dan stabilitas nilai tukar semata. Lebih jauh lagi, BI bertujuan untuk memicu aktivitas transaksi di pasar sekunder. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak domino yang positif bagi sektor riil, terutama pada sektor-sektor vital seperti pembangunan infrastruktur dan pembiayaan perumahan yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Peresmian kebijakan baru ini dilakukan secara langsung oleh Gubernur BI Destry Damayanti bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Jakarta pada Kamis (1/10/2026). Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi, Ketua Umum Apuvindo Ari Rizaldi, serta perwakilan dari berbagai lembaga keuangan nasional.

Mendukung penuh langkah yang diambil oleh bank sentral, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi nasional. Pemerintah berjanji akan terus bekerja keras untuk memperkuat kepercayaan para investor, baik domestik maupun mancanegara.

"Kami di Kementerian Keuangan, bersama LPS dan Danantara selaku sovereign wealth fund, akan terus menjaga perekonomian Indonesia dan membangun kredibilitas kebijakan bagi seluruh investor, di mana pun mereka berada," tegas Suahasil.

Dengan sinergi antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan, diharapkan pasar keuangan Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar