Mobil Jerman Bakal Lebih Murah di Indonesia

Mobil Jerman Bakal Lebih Murah di Indonesia

55tv.co.id – Kabar gembira bagi para pecinta otomotif di tanah air, khususnya penggemar kendaraan premium asal Jerman. Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan agar mobil-mobil produksi Jerman dapat masuk ke pasar domestik dengan harga yang jauh lebih terjangkau dan kompetitif. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa.

COLLABMEDIANET

Harapan besar ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Airlangga mengungkapkan bahwa kunci utama untuk menurunkan harga kendaraan mewah asal Jerman tersebut terletak pada percepatan perjanjian perdagangan internasional yang sedang digodok, yakni Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA).

Mobil Jerman Bakal Lebih Murah di Indonesia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Saat menghadiri peringatan Hari Persatuan Jerman ke-36 yang digelar di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Airlangga memberikan catatan menarik mengenai potensi besar dari kesepakatan ini. Ia melihat adanya peluang besar bagi konsumen Indonesia untuk menikmati teknologi otomotif mutakhir dari Jerman tanpa harus terbebani oleh harga yang sangat tinggi seperti saat ini.

"Saya melihat beberapa mobil Jerman di auditorium ini dan kami berharap mobil-mobil Jerman di bawah CEPA bisa hadir dengan harga yang kompetitif. Itulah tujuan utama dari I-EU CEPA," ujar Airlangga dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan mekanisme teknis bagaimana harga mobil tersebut bisa ditekan. Jika perjanjian IEU CEPA ini telah resmi diratifikasi dan diberlakukan, maka tarif bea masuk untuk produk otomotif dari Jerman diprediksi akan mengalami pemotongan drastis hingga mendekati angka nol persen.

Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah melalui skema perakitan lokal atau yang dikenal dengan istilah Completely Knocked Down (CKD). Dengan skema ini, komponen-komponen kendaraan akan didatangkan dari Jerman untuk kemudian dirakit di dalam negeri. Hal ini tidak hanya menekan harga jual akhir di tangan konsumen, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi industri manufaktur di Indonesia.

"Ya, tarifnya bisa mendekati nol. Karena saya pikir di bawah skema saat ini juga sudah ada sistem perakitan lokal secara penuh, jadi fasilitas-fasilitas pendukung tersebut juga akan sangat membantu," tambah Airlangga saat memberikan keterangan kepada media.

Menanggapi optimisme tersebut, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, memberikan respons yang sangat positif. Kehadiran sejumlah kendaraan unggulan Jerman dalam acara peringatan Hari Persatuan Jerman tersebut sengaja dilakukan untuk menunjukkan kualitas dan kecanggihan teknologi otomotif yang dimiliki negara tersebut.

Pemerintah berharap, dengan adanya kemudahan akses terhadap kendaraan berkualitas tinggi, daya beli masyarakat terhadap produk otomotif premium akan meningkat, sekaligus mempererat hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Uni Eropa. Jika rencana ini berjalan mulus, wajah industri otomotif di Indonesia dipastikan akan mengalami transformasi yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar