55tv.co.id – Kabar baik datang dari sektor keuangan Indonesia yang menunjukkan tren positif dalam upaya memperluas akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan finansial. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2026, angka pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan atau indeks literasi kini telah menyentuh angka 69,57 persen.

Related Post
Peningkatan ini tidak hanya terjadi pada sisi literasi, tetapi juga pada sisi inklusi keuangan, yakni sejauh mana masyarakat dapat mengakses layanan keuangan formal. Indeks inklusi keuangan tercatat mencapai angka yang sangat impresif, yakni 93,61 persen. Jika dibandingkan dengan data SNLIK tahun 2025, angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dari tahun sebelumnya, di mana indeks literasi berada di angka 66,64 persen dan inklusi keuangan sebesar 92,74 persen.

Lonjakan angka ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia semakin melek finansial dan semakin terbiasa menggunakan berbagai instrumen keuangan modern. Salah satu sektor yang memegang peranan krusial dalam mendorong tren positif ini adalah industri pembiayaan.
Dalam upaya mendukung penguatan ekosistem keuangan tersebut, PT Akulaku Finance Indonesia turut ambil bagian secara aktif dalam perhelatan Multifinance Day 2026. Acara berskala besar ini merupakan inisiasi dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara penyedia jasa pembiayaan dengan masyarakat luas.
Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan mereka dalam ajang Multifinance Day 2026 bukan sekadar partisipasi formalitas. Menurutnya, ini adalah bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mengedukasi publik agar lebih cerdas dalam mengelola keuangan.
"Melalui partisipasi ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang mendalam mengenai layanan keuangan. Dengan pemahaman yang mumpuni, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan finansial secara bijak. Mereka harus bisa menggunakan fasilitas pembiayaan yang tersedia sesuai dengan kebutuhan nyata serta kapasitas kemampuan finansial mereka masing-masing," ungkap Perry dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Akulaku Finance juga aktif memberikan edukasi mengenai berbagai produk pembiayaan yang mereka tawarkan, salah satunya adalah layanan Akulaku PayLater. Fokus utamanya bukan sekadar menawarkan produk, melainkan memberikan pemahaman tentang manajemen risiko agar penggunaan layanan pembiayaan tidak menjadi beban di masa depan.
Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa kegiatan yang digelar di Bali ini menjadi momentum berharga bagi perusahaan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen. Dengan terjun langsung ke lapangan, perusahaan dapat menangkap aspirasi dan kebutuhan riil masyarakat di berbagai daerah.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara industri pembiayaan dan masyarakat, diharapkan kontribusi sektor ini dalam mendukung stabilitas ekonomi nasional melalui akses pembiayaan yang sehat dapat terus meningkat di masa mendatang.










Tinggalkan komentar