Misteri di Balik Istilah Mata Elang Matel

Misteri di Balik Istilah Mata Elang Matel

55tv.co.id – Fenomena penarikan kendaraan bermotor secara paksa di jalan raya sering kali memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Dalam berbagai peristiwa tersebut, muncul sebuah istilah yang sangat populer dan kerap membuat para pengguna jalan merasa waswas, yakni "Mata Elang" atau yang lebih akrab disingkat dengan istilah "Matel". Bagi masyarakat yang terbiasa menggunakan skema kredit untuk kendaraan, istilah ini bukan lagi hal yang asing, melainkan sebuah peringatan tersirat akan adanya risiko penagihan di lapangan.

COLLABMEDIANET

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa para petugas penagihan ini dijuluki dengan nama hewan pemangsa tersebut? Mengapa bukan disebut sebagai petugas penagihan atau kolektor biasa? Sebutan ini sebenarnya lahir dari pengamatan masyarakat terhadap cara kerja mereka yang sangat spesifik dan taktis di lapangan.

Misteri di Balik Istilah Mata Elang Matel
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Secara filosofis, elang dikenal sebagai predator yang memiliki penglihatan sangat tajam dari ketinggian. Elang mampu mengintai mangsanya dalam jarak jauh, menunggu momen yang tepat, dan kemudian menyambar dengan kecepatan tinggi tanpa memberikan kesempatan bagi mangsanya untuk melarikan diri. Pola kerja inilah yang dianggap sangat identik dengan cara kerja para debt collector lapangan atau Matel.

Para Matel biasanya tidak bekerja secara sembarangan. Mereka melakukan pengintaian atau pemantauan terhadap target yang diduga memiliki tunggakan cicilan kendaraan. Mereka akan memperhatikan gerak-gerik kendaraan, rute yang sering dilewati, hingga titik-titik di mana kendaraan tersebut sering berhenti. Begitu mereka menemukan target yang sesuai dengan data tunggakan, mereka akan langsung bergerak cepat untuk melakukan eksekusi penarikan barang jaminan, baik itu sepeda motor maupun mobil.

Tugas utama dari para Matel ini sebenarnya adalah menjalankan instruksi dari perusahaan pembiayaan (leasing) atau pihak perbankan. Mereka merupakan ujung tombak perusahaan untuk mengamankan aset yang macet pembayarannya. Meskipun secara operasional mereka memiliki tugas resmi, cara kerja yang terkesan "mengintai" dan melakukan tindakan mendadak di jalan raya inilah yang melahirkan stigma dan julukan Mata Elang di benak publik.

Kehadiran mereka sering kali menimbulkan perdebatan mengenai etika penagihan. Di satu sisi, perusahaan pembiayaan membutuhkan tenaga lapangan untuk menekan angka kredit macet. Di sisi lain, masyarakat sering kali merasa terancam dengan metode penarikan yang dilakukan secara tiba-tiba di ruang publik. Oleh karena itu, penting bagi para debitur untuk selalu disiplin dalam memenuhi kewajiban cicilan agar tidak menjadi sasaran pengamatan tajam dari para "Mata Elang" di jalanan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar