55tv.co.id – Praktik kecurangan dalam distribusi pangan kembali mencuat ke permukaan. Perum Bulog mengambil langkah tegas dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus guna memperketat pengawasan terhadap beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah darurat ini diambil setelah terungkapnya skandal pengoplosan beras subsidi menjadi beras kualitas premium yang merugikan masyarakat.

Related Post
Kasus pengoplosan ini terdeteksi terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur, di mana beras yang seharusnya dijual dengan harga terjangkau justru dimanipulasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang lebih besar. Menanggapi temuan tersebut, manajemen Bulog bergerak cepat untuk menutup celah penyalahgunaan distribusi pangan di lapangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa pembentukan Satgas Khusus ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Menteri Pertanian. Operasi pengawasan ini telah resmi dimulai sejak Jumat (30/10/2026) dan akan dilakukan secara masif di seluruh wilayah Indonesia.
"Mulai hari ini dan seterusnya, kami mengerahkan seluruh jajaran Bulog di seluruh pelosok negeri untuk melakukan pemeriksaan intensif ke jaringan Rumah Pangan Kita (RPK)," ujar Rizal dalam keterangan resminya.
Menurut Rizal, pengawasan ini tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga melalui inspeksi mendadak ke lapangan. Ia melibatkan pimpinan wilayah hingga pimpinan cabang Bulog untuk memastikan setiap titik distribusi, terutama jaringan RPK, mematuhi aturan yang berlaku. Fokus utama Satgas adalah memastikan bahwa beras SPHP maupun beras Bantuan Pangan tidak disalahgunakan oleh oknum mitra untuk kepentingan komersial yang tidak sah.
"Kami ingin menjamin bahwa seluruh produk pemerintah benar-benar sampai ke tangan masyarakat sesuai dengan peruntukannya. Tidak boleh ada mitra yang mengambil keuntungan dari subsidi pemerintah dengan cara mengoplos atau mengubah kualitas produk," tegasnya.
Sebagai langkah awal, Ahmad Rizal bersama Direktur Pemasaran Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, serta tim dari Satuan Pengawasan Intern (SPI), melakukan sidak langsung ke beberapa titik distribusi di Jakarta, di antaranya RPK Dapur Budhe dan RPK Master Jaya.
Dalam inspeksi tersebut, tim Satgas tidak hanya memeriksa fisik beras, tetapi juga membedah seluruh alur proses bisnis di jaringan RPK. Hal ini mencakup mekanisme pemesanan melalui aplikasi Klik SPHP hingga proses transaksi akhir dengan konsumen. Dengan pengawasan yang lebih ketat dan menyeluruh, Bulog berharap praktik nakal seperti pengoplosan beras dapat diberantas hingga ke akarnya, sehingga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen tetap terjaga.










Tinggalkan komentar