55tv.co.id – Keandalan pasokan listrik di wilayah Jawa Tengah kini menjadi perhatian serius pemerintah dan pelaku industri. Sebagai salah satu tulang punggung energi di wilayah tersebut, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah, memegang peranan yang sangat vital. Dengan kapasitas terpasang mencapai 1.697 megawatt (MW), fasilitas ini menjadi tumpuan utama dalam memenuhi kebutuhan energi, baik untuk konsumsi rumah tangga masyarakat maupun kebutuhan skala besar di sektor industri.

Related Post
Guna memastikan stabilitas energi tetap terjaga, Direktur Utama PT PLN (Persero), Suroso Isnandar, melakukan peninjauan langsung ke lokasi operasional PLTGU Tambak Lorok. Langkah ini diambil untuk memverifikasi secara langsung kondisi teknis di lapangan serta memastikan seluruh fasilitas pendukung dalam keadaan siap siaga. Peninjauan ini bertujuan untuk menjamin bahwa sistem kelistrikan di Jawa Tengah tetap andal dan tidak mengalami gangguan yang dapat menghambat aktivitas ekonomi warga.

Dalam kunjungan tersebut, Suroso tidak sendirian. Ia didampingi oleh jajaran petinggi lainnya, di antaranya Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power, Daniel Eliawardhana, serta Sekretaris Perusahaan PLN Indonesia Power, Agung Siswanto. Selain itu, hadir pula General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, dan General Manager UIP JBT, Kishartano Purnomo Putro, untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai koordinasi antar unit kerja.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menekankan bahwa menjaga kontinuitas pasokan listrik bukan sekadar soal ketersediaan mesin, melainkan juga tentang manajemen yang komprehensif. Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang harus diperhatikan dalam pengelolaan pembangkit, yakni kesiapan operasional, kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta efisiensi kerja.
"Kesiapan operasional, kompetensi SDM, dan efisiensi adalah aspek krusial yang harus terus ditingkatkan dalam pengelolaan pembangkit agar layanan kepada masyarakat tetap optimal," ujar Bernadus dalam keterangannya.
Selain aspek teknis, pengelolaan PLTGU Tambak Lorok juga memerlukan dukungan pemeliharaan rutin yang ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan mendadak yang dapat mengganggu distribusi listrik. Peningkatan efisiensi juga menjadi fokus utama agar proses produksi energi dapat berjalan lebih optimal dengan biaya yang terkendali.
Sinergi dan koordinasi antar satuan kerja di lingkungan PT PLN (Persero) juga menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan. Dengan pengawasan yang ketat dan pemeliharaan yang terencana, diharapkan PLTGU Tambak Lorok dapat terus memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah melalui penyediaan energi yang stabil dan berkelanjutan. Melalui langkah preventif ini, PLN berkomitmen untuk terus meminimalisir risiko gangguan pasokan listrik di masa mendatang.










Tinggalkan komentar